Petugas DLHK : Kami Selalu di Sudutkan Seolah Tidak Bekerja, Padahal Jumlah Baksampah Memang Belum Cukup

Mogok Setengah Hari, Sampah Berserakan….? Gaji kami Per Hari 22 Ribu

FB_IMG_1581572482721

TOSKOMI.COM || ACEH TENGAH - Ancaman para pekerja di dinas kebersihan dan lingkungan hidup di aceh tengah kini telah menjadikan kota takengon seperti lautan sampah.

Hal ini sebelumnya sudah di peringatkan oleh salah satu petugas kebersihan, kekesalan bermula ketaika ada orang pegiat lingkungan memposting sambah dan menyudutka pihak DLHK.

Sementara kami sudab bekerja sesuai prosedur, seperti sampah di terminal ketika sore hari kami angkut maka tidak ada bak sampah pengganti.

Hal ini di ungkapkan Bardanysah selaku koordinator petugas kebersihan “ Bahwa saat ini Bak Sampah kita hanya ada 14 unit dan itupun tinggal 50 % yang nasih bagus, akibat bak sampah ini di angkut maka resikonya masyarakat membuang sampah ke jalan”.

Ketika Pihak tim sokomi.com mepertanyakan apakah Jumlah Mobil dan Bak Sampah perlu penambahan, “ Untuk Bak sampah harus di tambah sekitar 14 unit lagi, sementara Mobil harus di Tambah sekita 2 Unit lagi”.

Apakah tahun ini sidah di anggarkan atau di usulkan oleh pihak dinas “ Hampir setiap tahun pengadaan bak sampah dan Mobil sampah itu selalu di Usulkan” ungkap pengawai yang honorer sudah 15 Tahun di DLHK Bardansyah.

“Kami selalu kesal kepada orang yang mengatasnamakan peduli lingkungan yang selalu memposting sampah di jalan melalui medsos, tanpa ada konfirmasi kepada pihak DLHK sehingga kami selalu di tekan oleh atasan kami seolah olah kami tidak bekerja”

Dan ini kami melakukan mogok untuk memberikan pelajaran bagi meraka yang sok menjadi pegiat lingkungan, cobak meraka bersihkan sampah tersebut. Gaji kami hanya 600 Ribuan Lebih Per Bulan Kalau di Bagi 30 Hari Hanya Rp.22 Ribu Rupiah kami dapatkan perhari.

“Sekarang kami mau tantang mereka mebersihakan sampah di jalan lalu kami yang bayar 22 Ribu Per Hari, Apakah mereka Mau”. Terang Bardan dengan Nada kesal. (E1)

Komentar

Loading...