Bupati Tak Temui Masa Aksi di DPRK Bener Meriah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bener Meriah Saat ini Sangat Terbatas

FB_IMG_1580290566272

TOSKOMI.COM || BENER MERIAH - Bupati Bener Meriah, Sarkawi mengungkapkan bahwa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bener Meriah saat ini sangat terbatas. Sumber PAD Bener Meriah yang paling dominan saat ini berasal dari retribusi dan galian C.

Tantangan keterbatasan penerimaan PAD ini dialami oleh pemerintah sebelumnya, saat ini dan selanjutnya. Hal ini disampaikan Sarkawi, Selasa sore (28/1) di Redelong.

Pernyataan ini untuk menanggapi permintaan sejumlah pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSBM ) saat mendatangi Kantor DPRK Bener Meriah, tadi pagi.

Saat itu, para pedagang meminta Pemerintah Bener Meriah untuk menghapus restribusi palawija yang dinilai terlalu membebankan mereka.

“Saya saat ini menjalankan amanah sebagai bupati, saya berasal juga dari rakyat kecil biasa. Apa saja yang membawa kemaslahatan kepada rakyat, kepada petani, tentu saja akan saya pertimbangkan dengan baik, namun harus dimaklumi bahwa PAD kita sangat terbatas," ujar Sarkawi.

Sarkawi juga menyampaikan bahwa Pemkab Bener Meriah akan mencari solusi terbaik dengan pertimbangan cara yang tepat, cermat untuk menyelesaikan masalah ini untuk kemaslahatan masyarakat Bener Meriah.

Sebelumnya, ratusan pedagang sayur yang tergabung dalam APSBM mendatangi Kantor DPRK Bener Meriah untuk menutut pemerintah setempat agar menghapus restribusi palawija yang dinilai terlalu membebankan.

Mereka meminta Pemkab Bener Meriah untuk menghapus retribusi palawija karena menganggap pungutan restribusi tersebut sangat memberatkan para pedagang, selain itu pungutan uang restribusi ini juga pada harga beli komoditas palawija di tingkat petani.

Ketua APSBM, Sabardi mengatakan pemerintah jangan membiarkan anjloknya harga tanaman palawija, selain itu dirinya juga meminta pemkab untuk tidak membebani pedagang sayur dengan tarif retribusi yang berimbas pada anjloknya harga jual di tingkat petani. (AJNN.Net)

Komentar

Loading...