Siti Khadijah adalah bukti kalau janda itu tidak seburuk yang kita pikirkan selama ini.

Ajab Bagi Yang Suka Menghina Janda

IMG_20181222_205826-1024x1024

TOSKOMI.COM || – Janda sering mendapat stigma tidak baik dari masyarakat. Kadang orang-orang suka menjadikan janda sebagai bahan lelucon yang tidak baik.

Bahkan tak sedikit yang menganggap janda itu identik dengan wanita 'gatalan' atau wanita nakal. Perlu diketahui, meskipun itu judul bercanda, tapi di depan Allah perkataan seperti itu akan dianggap sebuah penghinaan.

Tidak semua janda punya perilaku yang tidak baik, masih banyak janda yang terhormat dan bisa menjaga perilakunya.

Sulit sekali menghilangkan stigma tidak baik di kalangan para janda. Entah kenapa, laki-laki sering menjadikan janda sebagai bahan lelucon yang mengarah pada hal-hal negatif.

Misalnya saja stigma bahwa janda itu wanita yang tidak baik atau wanita yang nakal, makannya tidak punya suami. Atau tuduhan bahwa janda itu wanita ‘gatalan’ yang kerjaannya cuma mencari perhatian laki-laki.

Atau lelucon bahwa menikah sama janda itu sangat disayangkan, pasalnya mereka sudah tidak perawan lagi, jadi sayang kalau menikah sama janda.

Perlu diketahui, meskipun itu judul bercanda, tapi di depan Allah omongan seperti itu akan dianggap sebuah penghinaan.

Tidak semua janda punya prilaku yang tidak baik, masih banyak janda-janda berakhlak baik yang taat pada Allah. Bahkan mereka harus berjuang sendiri mencari nafkah demi menghidupi dirinya dan anaknya tanpa bantuan dari seorang suami.

Bayangkan oleh kalian seperti apa perjuangan wanita yang bekerja seorang diri, mengurus anaknya dan melakukan pekerjaan rumah sendirian. Itulah yang dilakukan seorang janda setiap harinya.

Apakah kita mau terus-terusan memandang negatif seorang janda? Ingat, kebanyakan istri-istri Rasulullah juga adalah janda.

Termasuk Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah. Wanita mulia yang pertama kali memeluk Islam dan percaya pada Nabi Muhammad adalah Siti Khadijah yang merupakan seorang janda.

Siti Khadijah adalah bukti kalau janda itu tidak seburuk yang kita pikirkan selama ini. Jika seorang janda memang taat pada Allah, dia tetap sosok wanita mulia dan terhomat di depan Allah.

Menghina dan mengolok-ngolok janda, meskipun kesannya bercanda, Allah akan menganggapnya sebagai penghinaan besar. Menghina janda juga sama dengan menghina Siti Khadijah, istri Rasulullah.

Bagaimanapun, menghina dan mengolok-ngolok orang lain tidak diperbolehkan dalam Islam, apalagi memandang rendah seorang perempuan. Allah sangat memuliakan sosok perempuan karena dia akan jadi sosok ibu yang kelak akan membina anaknya untuk beriman kepada Allah. (viva)

Komentar

Loading...