Kehadiran Sunda Empire di Aceh, Pimpinan Bakal Temui Pihak Polisi

Baliho kegiatan Sunda Empire saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Utara.

TOSKOMI.COM || ACEH UTARA - Pengurus
Sunda Empire, Aceh akan mendatangi pihak kepolisian untuk meluruskan tayangan
video yang viral dalam dua hari terakhir terkait kegiatan lembaga itu di Aceh Utara. 

Salah satu ranting pengurus Sunda Empire, Aceh, Ismail menerangkan,
tayangan video yang viral terkait kegiatan Sunda Empire sebenarnya terjadi pada
Minggu 8 Agustus 2019 ,di salah satu lokasi di Geudong, Kecamatan Samudera Aceh
Utara. 

Kegiatan tersebut, kata Ismail, hanya silaturrahmi dan isunya tidak
sehebat yang saat ini sedang viral di mensos maupun di tengah-tengah masyarakat
Aceh, khususnya Aceh Utara.

“Saat ini saya sedang berada di Bener Meriah, saya akan meluruskan
masalah video itu ke pihak kepolisian, sekaligus mengklarifikasi bahwa apa yang
viral saat ini tidak seperti yang diberitakan di media,” ungkapnya Ismail,
Jumat (24/1).

Ia mengaku sangat kecewa dan menyesalkan tayangan tersebut ditayangkan
dan dihembuskan disaat-saat momen kemunculan kerajaan palsu di Jawa yang kini
dalam proses hukum di kepolisian. 

Sehingga tayangan tersebut memunculkan banyak persepsi negatif
masyarakat Aceh terhadap kegiatan tersebut, apalagi dihubung-hubungkan dengan
keraton Agung Sejagat.

“Waktu itu wartawan ada yang meliput, ya silahkan namun kenapa tidak
ditayangkan pada saat hari itu dan saat itu juga. Kenapa mesti disaat kondisi
sedang riuh seperti ini," ujarnya.

Menurutnya konten tersebut isinya juga ditambah-tambah dalam berita
itu seakan-akan pihaknya sudah melakukan kejahatan luar biasa. Akibat video
viral itu, sebutnya, tidak hanya dirinya yang merasa terancam, namun juga istri
dan anak-anaknya ikut trauma berat. 

"Seharusnya wartawan itu meminta izin terlebih dahulu apabila
ingin ditayangkan saat ini, jangan seperti ini lah, sehingga sesuasan menjadi
riuh dan gaduh,” timpalnya lagi.

Saat ditanya tentang eksistensi Sunda Empire di Aceh, Ismail tidak mau berkomentar lebih jauh, karena dirinya memiliki pimpinan. "Setiap publikasi harus ada izin dari atasannya," ujarnya. (AJNN.Net)

Komentar

Loading...