Lamsyahbudin : Penyebar Baliho Aceh Miskin Adalah OTK yang Tidak Menginginkan Aceh Aman

DPD GMNI Aceh Sebut Penyebar Baliho Aceh Miskin Adalah Pecundang.

PhotoGrid_1579325670521

TOSKOMI.COM || BANDA ACEH - Spaduk bertuliskan 'Selamat dan sukses kepada pemerintah atas prestasi menjadi juara bertahan sebagai provinsi termiskin se-Sumatera,' beredar di sejumlah ruas jalan di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasioanal Indonseaia (GMNI) Provinsi Aceh Lamsyahbudin mengatakan spanduk tersebut adalah propaganda murahan yang dimainkan oleh oknum yang susah melihat aceh dalam keadaan aman dan tentram.

Lamsah menyebutkan bahwa spanduk yang di pasang di jalan jalan ini adalah sikap orang orang yang banci.

Kita meyakini bahwa di provinsi aceh benar memang masih ada penduduk miskin namun hal tersebut bisa kita bandingkan dengan penduduk penduduk di provinsi lain bahwa kita masih lebih baik dari beberapa provinsi yang ada di indonesia.

Bahwa memang benar kita harus bekerja keras memikirkan bagaimana mencari solusi agar seluruh rakyat aceh ini bisa hidup sejahtera adalah tugas pemerintah aceh dan para pemangku kepentingan termasuk Akademisi dan Mahasiswa.

Namun koreksi terhadap kinerja pemerintah aceh harus dilakukan secara terbuka sehingga tidak terkesan seperti OTK yang ingin membuat aceh tidak aman.

GMNI dalam hal ini juga terus menggedor pemerintah aceh agar aceh dengan kekususannya melalui dana Otsus nya bisa menjawab persoalan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Besar harapan GMNI Aceh agar setiap penggunaan dana otus aceh benar benar menyentuh pada kepentingan rakyat sehingga Dana Otsus tersebut tidak terkesan sia sia, dan bagi Kabupaten dan Kota juga harus ada program yang berkesinambungan.

Sekali lagi GMNI Aceh juga mengajak partisipasi masyarakat aceh secara keseluruhan terutama kalangan terpelajar Mahasiswa dan Akademisi agar berperan aktif memberikan solusi untuk pemerintah aceh.

Bukan malah menyebarkan sepanduk sepanduk diam diam, saat ini adalah era demokrasi sehingga setiap pribadi maupun kelompok berhak menyapaikan pendapat/aspirasi dan juga telah dilindungi oleh undang undang jafi tidak perlu takut bila ingin menyampaikan aspirasi, Terang Lamsyah selaku Ketua Korda GMNI Provinsi Aceh. (E1)

Komentar

Loading...