DPRK Geram, Wakil Bupati Aceh Tengah Kuasai 5 Mobil Dinas Sekaligus

9E78DA60-A6F2-415D-8C3E-75EBB01244D4

TOSKOMI.COM|| Takengon (30/12/2019)- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah mempertanyakan penguasaan 5 (lima) dinas Wakil Bupati Aceh Tengah.

Hal ini muncul ditengah-tengah pembahasan Qanun SOTK dan Qanun Retrebusi Daerah dan menimbulkan sidang tersebut dihentikan sementara (skors) sampai waktu yang tidak ditentukan.

Hal itu muncul saat keluhan dari Anggota Panitia Khusus (Pansus) Terkait Tambang Linge PT. Linge Mineral Resource dalam pandangan umum, yang menyebabkan Ketua Dewan mengetuk palu sidang.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah, Edi Kurniawan dalam konverensi Pers kepada awak media menyampaikan bahwa pihaknya menyesalkan kejadian tersebut bisa terjadi.

Wakil Bupati Aceh Tengah berdasarkan temuan Anggota DPRK kata Edi diketahui menguasai 5 unit mobil dinas yaitu Toyota Alpahrd Tahun 2019, Toyota Fortuner Tahun 2016 2 Unit Toyota Innova masing masing Tahun 2016 dab Tahun 2019 serta Mitshubishi Dobel Cabin Tahun 2016.

Menurut data yang diterima, Mobil Dinas Mitshubishi Dobel Cabin tersebut seharusnya berada di Dinas Kesehatan namun pihanya menyayangkan aset daerah tersebut ternyata berada di tangan Wakil Bupati.

Penyelarasan ini penting kata Edi Kurnia Wakil Bupati Aceh Tengah ini sebenarnya melanggar aturan Permendagri no 7 tahun 2006 tentang standarisasi sarana prasarana pemerintah daerah, dimana disebutkan bahwa wakil bupati hanya boleh memiliki dua unit kendaraan operasional perorangan yaitu jenis Sedan 2200 CC dan jenis Jeep 2200 cc.

Politisi Partai Gerindra tersebut akan mengkaji dan mendalami temuan tersebut agar sesuai dengan tujuan peruntukan mobil dinas tersebut.

Sementara itu, sebagaimana dilansir Ajnn Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Tengah, Zulkarnain mengatakan tidak benar ada lima mobil yang dikuasai oleh wakil bupati. 

“Mobil yang ada sama bapak wabup sebenarnya cuma tiga unit, yaitu satu Toyota Alphard dan dua unit Inova, sedangkan mobil double cabin merupakan mobil dinas milik anaknya dokter Hendra, yang berdinas dinkes," ujar Zulkarnain. 

Namun, Zulkarnain juga menyayangkan dan menyesalkan cara pengambilan mobil double cabin tersebut secara tidak prosedural. Terkait permintaan pihak legislatif untuk mendata dan menyelaraskan semua aset kendaraan dinas milik Pemkab Aceh Tengah, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Dari beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan mengatakan bahwa kejadian ini bermula saat Mobil Dobel Cabin tersebut dipinjamkan untuk kepentingan Pansus Tambang Linge, namun disela-sela kegiatan mobil tersebut diambil secara tidak prosedural oleh Kepala Dinas Kesehatan Jayusman kepada Staf DPRK di halaman kantor DPRK. [Dp]

Komentar

Loading...