Keluarga sabari tinggal didalam rumah sederhana dan belum menikmati fasilitas listrik

Derita simiskin yang terlupa dan tak berdaya.

IMG-20191224-WA0001

TOSKOMI.COM|| Redelong, Sabari dan karmila sepasang suami istri yang
Hidup bersama kedua anaknya di bawah garis kemiskinan, warga desa Purwosari Kecamatan Bandar tersebut hingga saat ini belum tersentuh dengan bantuan pemerintah.

Padahal jika melihat berdasarkan kategori kelayakan, keluarga Sabari ini tergolong masyarakat yang pantas untuk menerima bantuan. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Namun ironisnya hingga saat ini keluarga tersebut belum pernah tersentuh sama sekali dengan program pemerintah.

Sebelumnya Desa Purwosari pernah menganggarkan bantuan untuk perehapan rumah yang di ambil dari dana desa pada tahun anggaran 2018

Aneh rasanya bila keluarga Sabari tidak mendapatkan bantuan, karena melihat kondisi rumah yang mereka huni hingga saat ini belum memiliki fasilitas listrik, yang menjadi kebutuhan mendasar bagi rumah tangga.

saat ini keluarga sabari mendapatkan cahaya pada malam hari hanya menggunakan alat penerangan sederhana yaitu menggunakan lampu teplok(red).

Sebagai tetangga seharusnya aparatur desa tentunya mengetahui situasi rumah tangga Sabari dan kondisi perekonomian mertuanya, guna melaporkan kondisi tersebut agar di prioritaskan dan dibahas di tingkat desa guna untuk mendapatkan bantuan, apalagi letak rumah Aparatur desa tersebut tepat berada di depan rumah mertuannya. .

Sebelumnya mertua sabari sudah pernah melaporkan kepada aparatur desa mengenai kondisi anaknya, tentu dengan harapan agar dapat di usulkan sebagai penerima bantuan,tapi tidak ada respon. Tuturnya

mertua sabari merasa sedih tak terhingga ketika mengetahui dana bantuan perehapan yang di tunggu-tunggu tersebut ternyata di berikan kepada tetangganya yang tinggal tepat berada disebelah rumahnya, padahal menurutnya sabari sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Sebelumnya sabari serta keluarga masih tinggal satu atap dengan mertua, namun karena sudah terlalu lama tinggal dengan mertua sabari merasa malu, dan akhirnya memutuskan untuk pindah karena melihat kondisi mertuanya yang terbilang susah.

Berbekal dengan bantuan dana senilai satu juta rupiah dari adik iparnya, Kini ia telah membuat rumah seadanya, yang berlokasi tidak jauh dari rumah mertuanya.

Sabari dan mertuanya sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan, baik itu rumah layak huni atau program-program sosial lainya.

mengingat, sabari saat ini hanya bekerja serabutan baik menjadi kuli bangunan atau pada saat musim panen tiba beralih profesi jadi buruh kutip kopi, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kubutuhan sehari-hari. (A1)

Komentar

Loading...