Yusuf: Sikap Tagore Cukup Didengar Tidak Untuk Dipertimbangkan

BA0E3C5E-C8C0-43B6-B25D-B182B7354ADC

TOSKOMI.COM|| Takengon (22/12/2019)- Pro dan Kontra Rencana Investasi Tambang PT. Linge Mineral Resorces kembali terjadi pasca Dewan Adat Gayo (DAG) menyatakan dukungan terhadap investasi tersebut.

Ketua Dewan Adat Gayo, Ir. Tagore Abubakar menyatakan dukungan setelah mengklaim mempelajari dokumen Perusahaan asal Kanada tersebut.

Publik sontak memberikan cibiran terhadap dukungan tersebut. Ada yang mencibir pribadi mantan Bupati Bener Meriah tersebut dan ada juga yang meragukan kridibilitas lembaga Dewan Adat Gayo.

Menanggapi persoalan tersebut Aktivis Gayo Merdeka Yusuf Sabri, melihat   Persoalan ini adalah bentuk dari pengalihan. Karena objek yang harus dijadikan persoalan adalah Keputusan Bupati Aceh Tengah Tentang Persetujuan Perubahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi Nomor: 530/52/IUP-Eksplorasi/2014.

“Maka dari awal kami tidak pernah menyinggung pandangan dari Dewan Adat Gayo soal tambang ini karena hal itu justru akan memberikan legitimasi terhadap Organisasi Dewan Adat Gayo” Kata Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menyadari Tidak ada kewenangan dari Dewan Adat Gayo persoalan tambang, karena lembaga tersebut hanya dipandang sebagai sebuah organisasi saja. Dan beda dengan lembaga seperti Wali Nanggroe yang secara yuridis lahir berdasarkan MoU Helsinky dan diratifikasi didalam Aturan Perundang Undangan.

“Jadi semakin kita bertanya bagaima sikap ketua dewan adat kan berarti kita sudah mengakui bahwa lembaga tersebut ada, dengan kata lain kita telah mengakui bahwa Lembaga Dewan Adat Gayo sudah memiliki legitimasi secara sosiologis” pungkasnya.

Yusuf menjelaskan bahwa saat ini yang perlu didesak adalah bahwa tidak ada izin izin yang lain terbit misalnya Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan izin-izin lainya.

Yusuf menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan oleh Ketua Dewan Adat Gayo cukup untuk didegarkan saja namun tidak untuk dipertimbangkan. [Az]

Komentar

Loading...