Masyarakat Lapor Reje Kampung Jerata, Kecamatan Ketol di Duga Korupsi Dana Desa

56F5B69B-871E-439A-826C-F099887349A3

TOSKOMI.COM || Takengon - Puluhan Masyarakat Kampung Jerata, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh tengah, laporkan Reje Kampung Jerata, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa.

Hal itu di sampaikan Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM),Kampung Jerata, Sawal dalam hasil Audensi di Kantor Camat Ketol, yang di hadiri Camara Ketol, Danramil Ketol, Kapolsek Ketol, dan masyarakat Kampung Jerata. Kamis 19/12/2019.

Ia menyuarakan aspirasi dari puluhan masyarakat Kampung Jerata, bahwa masyarakat setempat tidak percaya lagi dengan Reje Kampung Jerata, karna banyak pengelolaan Dana Desa tidak Transparan dan tidak akuntabel, serta ada beberapa jenis barang yang di duga Fiktif yang tidak di belanjakan.

"Pasalnya dalam penarikan Dana Desa dari Bank Aceh, Reje tidak memakai Kaur keuangan, malah Reje melibatkan masyarakat yang tidak mempunyai jabatan dalam penarikan uang di Bank Aceh tersebut, tunjangan lelah aparatur Kampung dan Anggota RGM serta Kaur Umum, tidak di bayarkan selama 6 Bulan, penanda tanganan APBK tidak sesuai dengan prosedur dan aturan, adanya praduga manipulasi data terhadap RAB",

Sawal menyebutkan, banyak program kegiatan dana desa di Kampung Jerata yang tidak terealisasi dengan baik dan benar dan masyarakat menduga banyak kecurangan yang di lakukan oleh Reje Kampung Jerata saat melaksanakan program kegiatan di Kampung Jerata yang bersumber dari Dana Desa.

Adapun Program Dana Desa Kampung Jerata tahun 2019, pelaksanaan kegiatan pemerintah Kampung Jerata tidak dilaksanakan secara Transparansi dan Akuntabel.

Sementara itu Kusnadi selaku Kaur Pemerintahan Kampung Jerata menyampaikan bahwa banyak peralatan ataupun pembelanjaan barang yang ada di dalam RAB tetapi Fisiknya tidak ada terlihat, dengan banyaknya kegiatan dan pembangunan terdapat pembelanjaan alat seperti kereta sorong, cangkul, sendok semen, linggis, itu semua di duga Fiktif.

Kusnadi, dalam pemerintah Kampung Jerata menduga akan terjadinya KKN (Korupsi, Kolusi, dan nepotisme) salah satunya ialah Ketua TPK dari Tahun 2015 - 2018 yang menjabat sebagai TPK adalah Adk dari pada Reje Kampung Jerata, sementara yang menjadi Operator Desa ialah Anak Kandung dari pada Reje.

Pemerintahan Kampung Jerata Kata Kusnadi, Kaur Desa itu, banyak terjadi kekosongan jabatan di antaranya Petue Kampung Jerata habis masa jabatan, dan Imam Kampung Jerata juga masih di pangku oleh Kaur Kesra, bendahara Kampung juga saat ini tidak memiliki SK, Kaur sementara dalam Permendagri No.20 Tahun 2018. Bendahara telah di ganti menjadi Kaur keuangan yang di angkat dari salah satu Kaur.

Berikut beberapa pengaduan masyarakat terkait kegiatan yang di pantai langsung oleh ratusan masyarakat Kampung Jerata yang menimbulkan praduga bahwa adanya pembelanjaan yang di duga kuat Mar'ap dan Fiktif dan menyeleweng dari Rincian Anggaran Biyaya (RAB).

Tokoh Muda Kampung Jerata, Heri Surahman saat di wawancarai media ini mengatakan banyak kegiatan pada Tahun 2019 pembangunan di Kampung Jerata tersebut Fiktif dan tidak sesuai Spesifikasi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2019 yang bersumber dari Dana Desa sebagai berikut.

1) Kegiatan Rabat Beton, semen yang harus di belanjakan sebanyak 489 Sak, sesuai dalam RAB, tapi hanya di belanjakan sebanyak 200 Sak, semen yang tersisa sebanyak 289 Sak, tidak di pergunakan atau hilang.

2) di duga Mar'ap atas upah pekerja yang tidak sesuai di berikan, seharusnya upah pekerja dalam RAB yang di berikan mencapai 15.040.000 tapi diberikan upah pekerja Rabat Beton senilai 10.000.000.

3) pembelian Kerata sorong yang berjumlah 2 unit dengan harga 450.000 x 2 berjumlah 900.000 di duga Mar'ap.

4) Gorong Gorong 3 M. Dengan satuan harga 450.000 yang tolal 1.350.000 di duga Mar'ap.

5) Cangkul 3 unit yang di belanjakan dengan harga satuan 75.000 x 3 dengan total jumlah 225.000 di duga Mar'ap.

Seterusnya pengadaan Tanah Lokasi TPA, luas 625 M. X 56.000 terjumlah uang sebanyak 35.000.000. Sedangkan harga real mencapai 26.000.000 yang di duga Mar'ap senilai 9.000.000.

1) Pembangunan TPA ukuran 4x6 dengan perongkosan yang ada di RAB senilai 18.000.000. Sementara yang di bayarkan kepada pekerja dan tukang senilai 8.000.000. Yang di duga kuat Mar'ap sebanyak 10.000.000.

Tambahnya, Kata Heri, Pembuatan Kolam Kampung Jerata di duga kuat oleh masyarakat setempat Mar'ap akibat tidak sesuai dalam RAB pekerjaan tersebut.

1) Sewa Excavator atau alat berat di dalam RAB yang tertulis dengan jam kerja 136 x 450.000 berjumlah 61.200.000. Sedangkan dengan keadaan lapangan hanya terhitung 32 jam. Selama 4 hari bekerja, 32 x 450.000 terjadi Mar'ap sebanyak 46.800.000.

2) pembelanjaan semen Dalam RAB seharusnya mencapai 266 Sak semen. Tapi yang di belanjakan hanya 100 sak semen sehingga masayarakat menduga penyelewengan sejumlah 166 Sak semen.

3) ongkos untuk pembuatan turap dan balai kolam senilai 42.500.000. Sementara yang di bayarkan kepada tukang berjumlah 20.000.000. Terjadi Mar'ap senilai 22.000.000.

Pembangunan Lapangan Badminton Kampung Jerata, Kecamatan Ketol di duga terjadi Mark Up kata Heri.

1) Luas lapangan Badminton 14 x 7 dengan jumlah semen 102 Sak semen, sementara yang di belanjakan untuk pembuatan lapangan tersebut sebanyak 56 Sak semen, di duga kuat sebanyak 46 sak semen Mar'ap. Tidak sesuai dengan pembelanjaan di RAB.

Heri juga menyoroti pembuatan TPT Masjid Kampung Jerata, yang di duga kuat oleh masayarakat terjadi Mark Up.

1) ongkos pembuatan TPT masjid senilai 21.840.000. Sedangkan yang di bayarkan senilai 15.000.000. Terjadi praduga Mark Up perongkosan senilai 6.840.000.

2) Jumlah Sak semen yang ada di RAB sebanyak 230 Sak semen sedangakan yang di gunakan hanya 130 Sak semen, terjadi Mark Up senilai 100 Sak Semen.

3) Batu 48 M Kubik, yang seharusnya di belanjakan di dalam RAB, sebanyak 12 Mobil, tapi hanya 7 Dum Truck yang menurunkan batu di kampung Jerata tersebut, sedangkan 5 Dum Truck lainya di duga Mark Up.

Di kuatkan lagi oleh Kapolsek Ketol, IPTU Sastra Wijaya SH. Dari hasil laporan masyarakat terkait tindak pidana korupsi Kampung Jerata yang di duga kuat oleh Masyarakat setempat dilakukan oleh Reje Kampung.

Dari hasil laporan yang sudah kami Terima kata Kapolsek Ketol, Sastra ia akan menidak lanjuti dan menyelidiki terkait tidak pidana korupsi yang bersumber dari Dana Desa Kampung Jerata, Kecamatan Ketol tersebut.

Jelasnya, IPTU Sastra Wijaya SH. Menyampaikan kami akan berusaha mengali terkait kasus yang di laporkan masyarakat Kampung Jerata, tentang kegiatan program pembangunan yang di duga Fiktif dan tidak sesuai Sfek pembangunan yang sudah di laksanakan. Tuturny (E1)

Komentar

Loading...