Polem meminta agar AFnew meralat berita tersebut dan membersihkan Nama baik

Ketua Forkab Aceh Bantah Terkait Isu Perempuan di Dalam Apartemen Kalibata

32B461AA-F806-4B1E-9050-CA23D7C77659

TOSKOMI.COM || Jakarta - Konfirmasi dan klarifikasi dengan Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, bahwa apa yang diberitakan oleh berita Afnew adalah tidak benar, semua itu adalah Hoak dan Fitnah yang ditujukan untuk menjatuhkan nama baik Polem Muda dan Forkab Aceh, Selasa (17/12).

Lanjut Polem AFnew juga tidak pernah mengkonfirmasi dan Klarifikasi terhadap saya sebelum menaikan berita seharusnya etika Pers mengkonfirmasi dan mengklarifikasi dahulu, etika seorang Jurnalis sesuai dengan Etika komunikasi persuasif adalah seperangkat aturan-aturan dalam mempraktikkan komunikasi persuasif agar tidak menjadi propaganda,"jelas Polem.

Dalam praktiknya, saat komunikasi persuasif dilakukan maka komunikator tidak diperkenankan untuk:

Menggunakan data palsu, data yang sengaja dirancang untuk menonjolkan kesan tertentu, data yang dengan sengaja diejawantahkan secara salah, dibelokkan, atau bukti yang benar tapi tidak ada hubungannya untuk mendukung suatu pernyataan atau mengesahkan sesuatu.

Tidak diperkenankan secara sengaja menggunakan alasan yang meragukan atau tidak masuk diakal (tidak logis).

Tidak diperkenankan menyatakan diri sebagai ahli pada subyek tertentu, padahal bukan ahlinya. Tidak diperkenankan juga mengaku telah diberi informasi oleh ahlinya padahal tidak.

Berdasarkan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

Terhadap Polem, ini adalah penyebaran nama baik Polem dan Forkab Aceh, tegas Polem

Polem tidak pernah melakukan penyekapan dan Pemerkosaan terhadap AN dan PUT karena bisa dibuktikan dari rekaman CCTV yang ada di Apartemen Kalibata City Tower Viola.

Polem menegaskan bahwa apa yang di beritakan AFnew adalah Hoak dan Fitnah berdasarkan UU ITE Nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan UU Nomor 11 tahun 2008, Bagi penyebar hoax, dapat diancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE) yang menyatakan "Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

5 bulan sebelum nya AFnew juga pernah memuat berita bahwa salah seorang oknum anggota polisi Bripda Masykur yang bertugas sebagai Ba Subditdalmas Ditsamapta Polda Aceh, dikabarkan telah berulangkali menyetubuhi AN (26), gadis desa asal Kabupaten Aceh Timur AN (26) adalah wanita yang sama diberitakan oleh afnew 5 bulan yang lalu, berdasarkan Konfirmasi dari Rekan - rekan di YARA setelah ditunjukkan foto wanita tersebut, yang menyebarkan Fitnah dan Hoax terhadap Polem, ini sudah jelas Rekayasa politik yang sudah dipersiapkan karena disangkut pautkan dengan Polem mengenal Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang sedang menjalani upaya hukum di proses Kasasi.

Polem meminta agar AFnew meralat berita tersebut dan membersihkan Nama baik Polem karena segala sesuatu harus sesuai dengan Fakta dan Proses hukum yang ada.(radaraceh.id)

Komentar

Loading...