Akhirnya Andro Botak dan di Tahan, Dicambok Atau di Kurung ….? Mari Kita Tunggu Putusan Hakim

Terkait Penggerebekan Dugaan Kafe “MAKSIAT”, Andro Akan di Limpahkan ke Kejaksaan Dalam Waktu Dekat

Kasatreskrim Aceh Tengah Agus Riwayantodi Putra didampingi Kabag OPS John Damanik dan Kasatpol PP Aceh Tengah Syahrial Afri saat menggelar Konferensi Pers di Aula Mapolres

TOSKOMI.COM || Takengon - KASUS Penggerebekan Kafe yang diduga tempat Maksiat di jalan lintang takengon kini mulai di proses aparat kepolisian polres aceh tengah.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi, SH melalui Kasatreskrim Agus Riwayantodi Putra, S.Ik.MH membeberkan, Sebelumnya Satpol PP & WH bersama masyarakat melakukan penggerebekan di sebuah kafe yang terletak di kampong nunang kecamatan bebesen Kejadian penggerebekan tersebut pada hari sabtu 30 November 2019 pukul 23.30 WIB tersebut untuk kesekian kalinya telah di temukan barang bukti berupa minuman beralkohol dan satu jeni senjata air  Sof Ghan. 10/12/2019

Kasatpol PP dan WH bersama Reje Kampung Nunang Gama Hudi temukan senjata air sof ghan di cafe eks ros cafee pada saat penggerekan tanggal 30\11\2019

Polres secara resmi telah menahan pemilik
kafe yang diduga kuat tidak memilikui izin ini juga telah melanggar Tindak
Pidana Perbuatan Khamar  ( Minuman beralkohol), sebagaimana dalam Pasal 5
Hurup C Jo Pasal 15 ayat (1) Jo Pasal 16 Ayat (1) Qanun Aceh nomor 06 Tahun
2014 tentang Hukum Jinayat, , dengan Hukuman ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling
banyak 60 (enam puluh ) kali atau denda paling banyak 600 (enam ratus) gram
emas murni atau penjara paling lama 60 ( enam puluh ) bulan.\

Adapun pemilik café atas nama ANDROPO
PASARIBU, 33 Tahun, Wiraswasta , Alamat Alamat Ds Sitolu Bahal Kec Purbatua KAB
Tapanuli Utara. Saat ini ANDRO TINGGAL DI Dusun Lintang Kp Nunang Antara Kec
Bebesen  Kab Aceh Tengah.

Adapun barang bukti yang di sita oleh Satpol
PP dan WH beserta masyarakat adalah :

6 botol berisi minuman dengan merk anggur merah Columbus isi 250
ml Alkohol +  20 %, 3 botol kosong minuman dengan merk Jack
Daniels Jennesoe Whiskey 1,0 Liters 40 % Alkohol, 1 botol kosong minuman 
dengan merk Cointreau (1849) Alkohol 40 % isi 100 ml, 13 botol kecil kosong
minuman  dengan merk Cointreau (1849) Alkohol  40 % isi 50 ml dan1
botol kosong minuman dengan merk Heineken Lager Beer Alkohol 4,8 % isi 100 ml.

Barang Bukti yang diamankan berupa, 2 botol berisi minuman
dengan merk Cointreau (1849) Alkohol 40 % isi 100 ml, 2 botol berisi minuman
dengan merk Smirnoff -40 % isi 750 ml, 1 Botol berisi minuman dengan merk Red
Lebel Jhomnie Walker 40 % isi 1 Liter, 1 botol berisi minuman dengan merk Sea
Horse’s  Golongan B Alkohol +  19,8 % Isi 250 ml, 21
botol berisi minuman dengan merk Gilbeys 1857 isi 350 ml Alkohol 45 %.

Adapun penggerebekan tersebut berawal dari
keresahan warga dan masarakat Kab Aceh Tengah khususnya warga Kp Nunang Antara
Kec Bebesen Kaab Aceh Tengah tentang dugaaan aktipitas tempat hiburan malam yang
diduga kuat sebagai tempat pesta maksiat sehingga atas kesepekatan bersama
tepat pada hari Sabtu  tanggal 30 November 2019 sekira pukul 23.30
dilakukanlah  penggerebekan dengan cara
membuka paksa pintu depan Ex Café Rose tersebut

Semua Barang Bukti Minuman yang mengandung
alkohol tersebut dibawa oleh Pihak Satpol PP dan selanjutnya diserahkan ke
Pihak Sat Reskrim Polres Aceh Tengah guna pengusutan lebih lanjut.

Sebelumnya Kastpol PP dan WH Aceh Tengah Juga
telah menyerahkan senjata api jenis air sof ghan ke polres aceh tengah yang
merupakan hasil sitaan dari Eks Kafe Ros di jalan lintang.

Dari hasil pemeriksaan terhadapt saksi saksi
didapat keterangan bahwasanya tempat hiburan malam tersebut sudah mulai
beroprasi  lebih kurang 3 Tahun lamanya dan biasanya pengunjung datang
tepat pada malam malam hari

Namun menurut tersangka ANDROPO PASARIBU
alias AP memberikan keterangan kepada pihak kepolisian bahwa Minuman tersebut
dibeli atau dipesan dari  medan (SUMUT) dengan harga kurang Lebih Rp.
8000.000 ( Delapan juta Rupiah ) ,dan menurut keterangan Tsk minuman tersebut
hanya dikonsumsi sendiri 

Terhadap tersangka ANDROPO PASARIBU alias AP
tersebut di atas telah di lakukan penyidikan (pemeriksaan) dan saat ini telah
dilakukan penahanan di Rutan Polres Aceh Tengah semenjak hari kamis tanggal 05
Bulan Desember 2019 s/d 24 Desember 2019 dan apabila dibutuhkan perpanjangan
kita akan lakukan perpanjangan selama 30 (tiga puluh) hari berikutnya. Ungkap Kapolres
Aceh Tengah melalui Katreskrim AIPTU AGUS RIWAYANTO DIPUTRA, S.IK  MH

Berkas tersangka Andro dalam waktu dekat akan
di serahkan ke ihak kejaksaan dan terjait masalah hukuman itu nanti hakim yang
akan memutuskan apakah kurungan atau di cambuk di muka umum. Tutup Katreskrim AIPTU
AGUS RIWAYANTO
DIPUTRA, S.IK  MH di Mapolres Aceh Tengah Selasa 10 Desember 2019.
(E1)

Komentar

Loading...