Ilham : Mari Ciptakan Kembali Budaya Gotong Royong

Ilham Pangestu : Sosialisasi 4 Pilar Bertujuan Mempererat Kebhinekaan dan Melahirkan Budaya Gotong Royong

IMG-20191127-WA0016

TOSKOMI.COM || Aceh Utara - Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ilham Pangestu dapil Aceh 2 mengatakan dalam kegiatan 4 Pilar Kebangsaan agar menjaga Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara menjadi tugas dan tanggungjawab bersama.

Hal itu diungkapkan Ilham Pangestu yang juga merupakan anggota DPR RI Komisi (1) yang membidangi pertahanan dan keamanan, bahwa pelaksaan 4 Pilar Kebangsaan yang di laksanakan di Aceh Utara, kecamatan Cot Girek, Provinsi Aceh pada tanggal 27 Nopember 2019.

Dalam kegiatan yang di hadiri oleh para tokoh masayarakat Cot Girek, Ia mengatakan, “ Pancasila sebagai dasar falsafah serta ideologi bangsa dan Negara indonesia bukan terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi di dunia, namun terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.tutur Ilham yang merupakan putra aceh kelahiran Langsa ini.

Secara kausalitas Pancasila sebelum disahkan menjadi dasar filsafat negara nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai relegius. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

Untuk mempererat persatuan dalam berbangsa dan bernegara maka kita harus dapat memahami nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah persatuan dan kesatuan diantaranya adalah, mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah NKRI,meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, menerapkan rasa kekeluargaan, dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kita harus selalu mewaspadai berbagai faktor yang kemungkinan muncul guna menjaga keutuhan NKRI, “katanya.

Aceh sebagai daerah yang menjadi daerah istimewa dapat menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak terbecah belah, dengan masuknya pengaruh-pengaruh yang tidak selaras dengan nilai-nilai persatuan berbangsa dan bernegara, “imbuhnya.

Demikian halnya dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk, berbangsa dan bernegara, berbagai perbedaan yang ada seperti dalam suku, agama, ras atau antar golongan, merupakan realita yang harus didayagunakan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia, menuju cita-cita Nasional kita adalah masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tutupnya Ilham Pangestu yang merupakan Kader Golkar sekligus Ketua DPD II Kota Langsa. (Ril)

Komentar

Loading...