KA : Mengakui Menandatangani Persetujuan Progres

Hakim : Bukan Tidak Mungkin Konsultan Pengawaspun Akan Terlibat

PhotoGrid_1573188170677

TOSKOMI.COM || Banda Aceh – Sidang perkara tindak pidana korupsi pada pembangunan SD Paya Ilang takengon kemabali di Gelar Jum’at 08/11/2019.

Ketika bertanya siapa yang menandatangani proges kegiatan. “KA” mengakui bahwa yang melakukan penandatanganan persetujuan pencairan adalah dirinya sendiri sebagai direktur perusahaan konsultan pengawas nama perusahaan CV.Negeri Antara Consultant.

Ketika hakim mencecar KA yang saat sedang menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Tengah dari partai Berkarya itu, terkait kronologis proses penandatanganan persetujuan progres berapa kali di buat…? Lalu KA menjawab “pertama 90% kedua 5% ".

Mengakui menandatangani 31/10/2015
Pencairan uang negara dalam proyek ini tidak dapat di lakukan apabila tidak ada persetujuan pencairan dari konsultan pengawas.

Sesuai perkataan hakim "Bukan tidak mungkin konsultan pengawas pun akan terlibat, Dan akan di putuskan status konsultan pengawas di putusan".

KA Menjawab "Ini merupakan tanggung jawab bersama, Saya tidak mungkin ke lapangan karena saya direktur. Saya setiap hari ke lapangan”.

Ketika hakim bertanya ke Saksi Syafrizal dan Mulyadi apakah benar direktur konsultan pengawas ada kelapangan “Benar Yang Mulia Ada 2 Kali Ke Lapangan untuk mengecek hasil pekerjaan”.

Sebelumnya KA dan HAKIM Sempat berdebat lantaran KA menjelaskan bahwa tanah yang di timbun untuk sekolah SD tersebut pernah bersengketa pada tahun 2016 lalu tanah timbun itu di Ratakan dan di buatlah jalan Aspal keterangan dari KA dianggap meringankan para terdakwa, ungkap "KA", yang merupakan direktur konsultan pengawas sekaligus anggota DPRK Aceh Tengah. (E1)

Komentar

Loading...