Menunggu Komitmen Pemerintah Daerah Aceh Tengah Dan Bener Meriah

Kini Rembele – Banda Aceh Bisa Beroperasi Dengan Dukungan Pemerintah Daerah

FB_IMG_1572672329824

TOSKOMI.COM || Redelong - Selama ini Bandar Udara (Bandara) Rembele di Bener Meriah masih melayani atau memfasilitasi rute penerbangan dari Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara-Bandara-Rembele, Bener Meriah (KNO-TXE).

Pada dasarnya, Bandara Rembele, milik kebanggan masyarakat Gayo itu telah siap memfasiltiasi penerbangan dengan rute baru.

Humas Bandara Rembele, Iwan Mulya menyampaikan Bandara Rembele adalah operator dari Bandara. Sejauh ini telah siap menampung penerbangan menuju daerah dataran tinggi Gayo maupun sebaliknya.

“Siap menampung. Siap melayani. Peran kami terkait dengan operator angkutan udara, kita hanya bisa memfasilitasi. Lebih banyaknya untuk menggaet operator lebih banyak ya Pemerintah Daerah, pengusaha, bagaimana bisa menghadirkan operator angkutan udara,” ujar Humas Bandara Rembele, Iwan Mulya, di release, Jumat (1/11/2019)

Humas Bandara Rembele, Iwan Mulya menambahkan siap mendukung kemajuan daerah, utama sector bisnis dan pariwisata melalui Bandara.

Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan hanya dari peran Bandara, melainkan perlu keterlibatan Pemerintah daerah di Aceh Tengah dan Bener meriah atau yang berkepentingan dengan menggandeng maskapai penerbangan.

“Adanya penerbangan tersebut (Rute Rembele-SIM) Pemkab harus menggandeng maskapai penerbangan. Koordinasi dengan maskapai, yakinkan mereka dan saya rasa sangant memungkinkan untuk adanya penerbangan dari Dataran Tinggi Gayo ini ke ibukota Provinsi Aceh,” timpalnya lagi.

Dengan adanya rute Rembele-SIM, selain menunjang mobilitas kepariwisataan, ungkapnya juga menunjang aktifitas pemerintahan dari wilayah tengah Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Sisi lain juga potensinya memudahkan orang yang kuliah ke Banda Aceh, bisnis dan medical atau seterusnya ke Penang,” demikian Humas Bandara Rembele, Iwan Mulya.

Selama ini masyarakat wilayah tengah Aceh, jika hendak ke ibukota Provinsi masih menggunakan moda transportasi darat.

Untuk Aceh Tengah saja memakan waktu hingga 8 jam lamanya untuk ke Banda Aceh. (rri.tkn)

Komentar

Loading...