GeRAK Gayo dan GMNI Desak Bupati Cabut Izin Oprasi Hotel Renggali Karena “Jes Jes Sen”

Cabut Izin Hotel Renggali Karena Buang Limbah Ke Danau Lut Tawar, Masyarakat Gayo Murka

PhotoGrid_1572492039582

TOSKOMI.COM || ACEH TENGAH – Pembangunan Hotel Grand Renggali di pinggir danau laut tawar kecamatan Lot Tawar ternyta hanya menghadirkan kerusakan lingkungan terutama kerusakan terhadap Danau milik masyarakat Gayo.

Hal ini disebabkan lantaran Manajemaan Hotel Grand Renggali telah melakukan Reklamasi atau menimbun tepi Danau Laut Tawar tanpa Izin.

Aktivis GeRAK Gayo berencana akan melaporkan Manajemen Hotel Renggali ke pihak aparat penegak hukum, hal ini perlu kita lakukan agar orang luar dari gayo yang berimpestasi di aceh tengah agar menghormati hukum dan tidak ada orang kebal hukum di bumi gayo ini.

Dedi P, juga menyangkan pihak manjemen hotel Renggali yang memiliki mental perusak lingkungan terlibih ini adalah danau yang di rusak, sebaiknya pemerintah mencabut izin oprasi hotel renggali dari pada suatu saat akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan terutama Danau.

Kalau saat ini saja manajemen berani membuang limbah pembangunan hotel bagaimana natik. Ungkap Dedi P. Selaku aktivis anti korupsi ini

Satria Darmawan Selaku Aktivis Lingkungan sekaligus pegiat promosi wisata, juga mengutuk pihak manajemen Hotel Renggali yang telah berperilaku kurang ajar kalau bahasa Gayo nya itu sudah “Jes Jes Sen” atau “Koro Jamu Nge Kuneh tetela dan sama sekali tidak menghormati adat istiadat masyarakat gayo.

Pencemaran lingkungan dengan cara Reklamasi ini adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan harus di proses secara hukum. Bupati sebagai orang nomor satu di Aceh Tengah jangan diam melihat kejadian ini, karena kerusakan ini di awali dari yang kecil kalau sudah besar natik malah tidak terobati lagi. Terang Satria Darmawan yang merupakan aktivis GMNI.

Kalau bupati tidak bertindak kami pemuda dan mahsiswa akan melakukan demontrasi mendesak pemerintah untuk mencabut izin oprasi hotel renggali lantaran kehadiranya hanya untuk merusak lingkungan terutama Danau Lat Tawar. (E1)

Komentar

Loading...