Anggota DPRA Asal Gayo Didesak Dorong Qanun Tata Niaga Kopi

327F9AD1-7516-47A3-B680-4DA771571A66

TOSKOMI.COM|| Jakarta (17/10/2019)- Kopi merupakan Komoditi penopang perekonomian Gayo, terbukti roda perekonomian Kedua Kabupaten Aceh Tengah dan Saudara Kandungnya Bener Meriah sangat bergantung dengan harga komoditi ini.

Komoditi kopi juga tercatat sebagai komoditi eksport nomor satu di Provinsi Aceh dengan katagori non migas. Karena kehebatannya tersebut pantaslah Kopi Gayo dinobatkan sebagai “kopi terbaik di dunia”.

Kateristik aroma dan rasa berpadu sebagai kombinasi yang tepat sehingga Kopi gayo mendapat Sertifikat Indikasi Geografis.

Namun ketenaran Kopi Gayo digoyang oleh “tangan-tangan nakal” untuk itu perlu instrumen hukum sebagai langkah-langkah preventif menjaga kemurnian Kopi Gayo, hal ini disampaikan Mahasiswa Gayo Jakarta, Fikri Rizki.

Lewat Siaran Persnya (17/10/2019) Kata mahasiswa Administrasi Bisnis ini Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah- Bener Meriah harus hadir dalam persoalan Tata Niaga serta menjamin Kualitas Kopi Gayo.

Lebih lanjut dirinya juga mendorong agar Pemerintahan Aceh dan Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah - Bener Meriah mengesahkan Qanun Tata Niaga Kopi sebagai instrumen hukum yang ia maksud.

Lebih lanjut menurutnya Produk Hukum Qanun Tata Niaga Kopi juga harus melibatkan partisipasi masyarakat agar terjadi hubungan saling menguntungkan antara Petani, Pengusaha dan Pemerintah.

Tantangan Anggota DPRA Dapil Gayo

Sebagai sebuah lembaga legislasi, Fikri menantang Anggota DPRA Dapil Gayo untuk mendorong Qanun Tata Niaga Kopi sebagai Prolegda dengan katagori Qanun inisiatif DPRA.

Hal itu penting dilakukan untuk mengukur apakah benar Anggota DPRA dapil Gayo bekerja untuk rakyat atau cuma sebagai pelengkap penderita.

Komentar

Loading...