Kartu Petani Mulia Antara Janji dan Senjata Makan Tuan

98ACBFDD-FB34-4A38-9966-F40BBADD215F

TOSKOMI.COM|| Editorial - Rasanya kurang pantas apabila menceramahi Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi tentang bagaimana kedudukan sebuah janji dan apa konsekwensi dari pengingkaran terhadap janji kepada rakyat. Hal itu sama dengan pepatah mengajari bebek berenang.

Benar, cerita kali ini adalah mengenai realisasi janji Kartu Petani Mulia saat Pilkada lalu.

Ahmadi - Tgk Sarkawi merupakan pemenang dalam kontestasi pilkada yang lalu, seluruh Bener Meriah heboh dengan kemenangan Pasangan Nomor urut 3 tersebut karena dinilai sebagai pendatang baru ternyata berhasil menumbangkan politisi-politisi senior.  Namun kehebohan tersebut kalah dengan berita bahwa Ahmadi  yang priode kepemimpinan masih seumur jagung harus terjaring Oprasi Tunung Tapas oleh KPK karena diduga memberikan suap kepada Irwandi Yusuf.

Beda dengan Irwandi Yusuf, Ahmadi menerima putusan pengadilan negeri dengan tidak melakukan upaya hukum. Hal tersebut berimplikasi kepada pengambilalilah jabatan Bupati Bener Meriah.

Saat pilkada yang lalu, Kartu Petani Mulia merupakan program yang menarik perhatian rakyat Bener Meriah karena dianggap sebagai program yang real dan lebih dipahami maksudnya ketimbang kandidat yang lain.

Hari berganti tak terasa hampir 50% masa jabatan telah dilalui, namun sampai saat ini program KPM belum dirasakan oleh Rakyat.

Tanggung Jawab tersebut seharusnya diemban oleh Sarkawi sebagai kepala daerah pengganti. 

IMG_6365.jpeg

Bantuan KPM dijanjikan dapat berupa bantuan langsung tunai (BLT), Keredit Usaha Rakyat (KUR), bibit pertanian dan dukungan bagi anak petani berprestasi.

Rakyat Bener Meriah saat ini menanti janji tersebut, warung-warung kopi daerah kaki burni telong saat ini seragam memasang gerakan melawan lupa. Tak hanya itu, gosip tuntutan tersebut ternyata juga menjadi menarik dikalangan pengutip kopi, semuanya seragam menanti realisasi janji Kartu Petani Mulia versi Abuya. 

Sebagai bukti Direktur Cempege Institute, Makdin dalam beberapa kesempatan mencecar habis-habisan Rezim ini dengan membujuk Abuya untuk mengangkat bendera putih sebagai simbol menyerah mencari formula kartu sakti tersebut.

Tak hanya itu, sebagai bocoran rupanya blunder janji tersebut sudah disiapkan lawan politik Abuya dalam pilkada mendatang, senjata tersebut dinilai ampuh menggulingkan Rezim Abuya apabila ditambah bumbu primordial sebagai senjata pamungkas.

Tentu ini harus menjadi hitung-hitungan cermat oleh Al- Mukkaromah Tgk. H. Abuya Sarkawi apabila ingin mejadi Ulama sekaligus Umara untuk kabupaten madani Bener Meriah yang tercinta didalam pertarungan yang akan datang.

Seharusnya janji tersebut harus menjadi prioritas utama yang harus dipecahkan bersama selain harus memikirkan siapa yang akan mengisi jabatan “ban serap”.

Komentar

Loading...