Tragong & IOF Bangun Rumah Janda Miskin di Takengon

PhotoGrid_1567595261839

TOSKOMI.COM || TAKENGON - TRAGONG, IOF & FORGAB melakukan pembangunan rumah Susliani, yang mana sebelumnya Susliani bersama ketiga orang anaknya dan satu orang cucu tinggal di dalam rumah yang tidak layak huni, pembangunan tersebut juga di bantu oleh beberapa masyarakat baik secara membantu barang ataupun tenaga.

Ketua IOF Aceh Tengah dan Ketua Tragong juga bersama sama dengan seluruh anggota bersewadaya sehingga terkumpul dana untuk membuat rumah ibuk susliani setengah permanen dengan ukuran rumah 8 x 6 Meter Persegi sehingga nantinya ibuk susliani ini bisa lebih tenang dengan kita bantu rumah ini.

Mereka melakukan pembangunan rumah tersebut berdasarkan inisiatif dari lembaga, karena mereka merasa bahwa Susliani berhak untuk mendapatkan bantuan dengan kondisi seperti itu.

Andy Nosar selaku Ketua FORGAB (Forum Gayo Bersatu) memberikan keterangan bahwa kami membangun rumah ini dengan cara sukarela dan sumber dana untuk pembangunan ini merupakan swadaya dan bantuan dari beberapa lembaga maupun perorangan yang kami terima hingga saat ini. Adapun total uang untuk pembangunan rumah ini yang sudah terkumpul lebih kurang 40 juta.

Kami dalam membangun rumah ini tidak seperti rumah bantuan pada umumnya, oleh karena itu, setelah kami hitung hal tersebut belum cukup karena kita harus membayar ongkos tukang juga, ungkapnya.

Rumah ini mulai di bangun hari senin 2 September 2019 nanti, kami memperkirakan rumah ini akan selesai dalam waktu 10-15 hari kedepan, tambahnya.

Ketua FORGAB mengatakan bahwa ada isu yang beredar bahwa pembangunan rumah atas nama Susliani sudah pernah diberikan, menurut pantauan Wartawan Toskomi.com hingga saat ini rumah tersebut belum pernah terealisasi.

Namun, setelah di konfirmasi kepada Aulia selaku Sekretaris Dinas Sosial, beliau mengatakan bahwa kami akan menelusuri info tersebut kebenarannya. Dan untuk saat ini kami sudah mendapatkan data dari susliani dan akan kami proses semaksimal mungkin.

Susliani sangat merasa senang dan terharu terkait pembangunan rumahnya yg dibantu oleh orang2 yang peduli terhadap beliau. Karena susliani bermimpi bisa membuat rumah pun tidak pernah karena memang merasa tidak mampu untuk membangunnya.

Hingga saat ini fakta dilapangan bantuan dari pemerintah daerah atau instansi terkait belum sampai dalam hal pembangunan rumah warga tersebut.

Suatu potret yang begitu miris ditengah banyak nya dana sosial yang di gelontorkan oleh negara saat ini lebih Aceh sendiri meliki dana otsus yang begitu besar jumlahnya.

Semoga Dinas Sosial juga diharapkan lebih proaktif terkait pembangunan rumah untuk warga miskin dan jika menemui ada pembangunan tidak tepat sasaran sudah semesti nya ini jadi temuan yang jika tergolong indikasi tindak pidana korupsi tentu harus dilakukan tindakan hukum oleh instansi penegak hukum agar keadilan sosial itu benar terwujud. (B88)

Komentar

Loading...