Mobdis Bupati dan Wakil Bupati Tertotal 2.5 Milyar Lebih

Terkait Mobdis Baru : Dulu Shabela Membatalkan dan Siap Naik Grek Untuk Bekerja, Namun Kini Mobdis Baru Telah Tiba

PhotoGrid_1566627389413

TOSKOMI.COM || Takengon – Akhirnya orang nomor satu di negeri atas awan ini menyetujui pembelian mobil dinas pemerintah kabupaten Aceh Tengah dan Wakil Bupati.

Saya mohon ijin Numpang Foto saja di sebelah mobil kebanggaan Masyarakat Aceh Tengah..

Mobil ini di gadang gadang sebagai salah satu mobil termewah di Aceh Tengah. Ungkap Mihammaddinsyah yang merupakan Aktivis Gayo Merdeka ini
Tanpa mendiskreditkan siapapun, entah kenapa saya tiba tiba teringat kalimat "Grek Sorong pun kami siap berkerja" Yang sempat viral sesaat setelah masalah usulan mobil baru ini di munculkan ke publik.
Hal ini juga sempat di warnai dengan pemberian kartu merah dari senior saya bg Maharadi Gayo.

Saya hanya teringat saja, selebihnya saya serahkan kepada segenap senior yang paham betul tentang hal ini.

Tembusan:
Kanda Waladan Yoga
Bg Satria Darmawan
Tum Anto Phelen
Ketua Mulyadi Gadjo

Dan segenap senior di Kabupaten Aceh Tengah yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
Merdeka untuk kita semua..

Note*
Status ini tidak berkaitan dengan pembangunan taman Harmoni di tanah milik instansi lain.

Mobil Jenis Toyota Land Cruiser Prado TX Limited 2.7 Automatic ini di bandrol dikisaran 1,8 Milyar Rupiah inilah sekarang mobil Bupati Aceh Tengah

Sementara untuk wakil bupati aceh tengah dengan merk mobil jenis Toyota Alphard yang juga tidak kalah menarik dari mobdis bupati karena mobil ini juga memiliku pitur pitur canggih dan di bandrol sekitar 1.2 Milyar Rupiah

Awalnya bupati aceh tengah pernah menolak pengaadaan mobdis BL 1 AT karena di anggap tidak perlu dan lebih penting uangnya untuk pembangunan ataupun hal hal yang leboh penting dan mendesak

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengaku telah membatalkan pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati pada tahun anggaran 2018.

Pengakuan ini, disampaikan Shabela saat membuka pelatihan jurnalistik yang digelar PWI Kabupaten Aceh Tengah, di Gedung Pendari, Takengon, Rabu 31 Oktober 2018.

Diketahui, pengusulan pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah sebelumnya menuai kritikan. Aktivis Jang-Ko, Maharadi sempat memberikan kartu merah kepada Anggota DPRK Aceh Tengah yang tengah bersidang membahas permasalahan tersebut.

Shabela mengatakan, usulan pengadaan mobil dinas dilakukan oleh protokoler. “Tapi saya dan Wabup telah membatalkan. Pertimbangan kebutuhan masyarakat seperti pembangunan jembatan sangat dibutuhkan. Mobil dinas tidak terlalu mendesak, namun untuk melancarkan tugas, sudah sepatutnya abdi negara mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan,” tegas Shabela.

“Prinsipnya, dalam bekerja saya tak harus dimanjakan dengan mobil dinas. Naik grek-pun (sebutan kereta sorong di Gayo-red) , saya akan bekerja. Karena naik grek merupakan kebiasaan kami sejak kecil,” tambahnya.

Lain itu, menyahuti permintaan Ketua PWI Aceh Tengah, Jurnalisa tentang pentingnya bangunan kantor yang refresentatif bagi kinerja wartawan khususnya anggota PWI, Shabela berjanji akan membantu.

“Ya, akan segera kita bangun. Tapi wartawan juga harus benar-benar bekerja membantu menyampaikan informasi dan mendorong kemajuan pembangunan daerah,” ucapnya.

Seperti diketahui, pelatihan jurnalistik yang digelar PWI Aceh Tengah ini dilaksanakan isehari penuh. Pesertanya selain dari kalangan LSM, Ormas, juga mahasiswa, siswa dan pelajar berjumlah 100 orang.[LG.COM]

Komentar

Loading...