Temuan BPK Provinsi Aceh Terkait Kelebihan Pembayaran Terkait Pembangunan RSU

gedung-bpk-antara035_ratio-16x9

TOSKOMI.COM || BANDA ACEH - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Aceh menemukan adanya kelebihan pembayaran atas perkerjaan pembangunan IPAL pada Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2017.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh AJNN, pekerjaan pembangunan instalasi pengolahan limbah pada Rumah Sakit Meuraxa itu dikerjakan PT ZA berdasarkan kontrak nomor 027/Kontrak/062/2017 tanggal 26 September 2017 dengan kontrak Rp 4,583 miliar lebih.

Pembangunan Instalasi pengolahan limbah pada rumah sakit tersebut terdiri dari pekerjaan rumah dan kolam penampungan limbah, pekerjaan instalasi unit IPAL terpasang dan Pekerjaan SPAL.

Dalam pelaksanaan proyek tersebut PT ZA mensubkontrakkan item pekerjaan utama pada kontrak yaitu pekerjaan instalasi IPAL Unit terpasang yang ditawarkan sebesar Rp 3, 256 miliar kepada PT RHI tanpa sepengetahuan Pengguna Anggaran dan PPTK, sehingga tidak dapat izin tertulis.

Sementara berdasarkan pemeriksaan dokumen pelelangan yang dilakukan BPK diketahui bahwa salam Lembar Daftar Pemilihan( LDP) tidak terdapat daftar pekerjaan yang dapat dialihkan dan PT ZA tidak mencantumkan daftar pekerjaan yang akan dialihkan dalam dokumen penawaran.

Namun PA tidak dapat mengambil tindakan terhadap PT ZA atas pengalihan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan tersebut karena dalam syarat-syarat khusus kontrak (SSKK) PA tidak mengatur sanksi apabila terdapat pengalihan pekerjaan tidak sesuai ketentuan.

PT ZA mengalihkan pekerjaan pengadaan mesin IPAL kepada PT RHI melalui kontrak kerja sama pengadaan barang/pembelian pada pekerjaan pengadaan mesin IPAL Radical RSUD Meuraxa nomor 001/SPK-IPAL/RHI/IX/2017 tanggal 14 September sebesar Rp 2,930 miliar.

Sehubungan dengan hal tersebut terdapat selisih harga untuk pekerjaan instalasi IPAL yang dikerjakan oleh perusahaan subkontraktor dengan nilai yang ditawar oleh penyedia jasa sebesar Rp 326 juta.

Atas persoalan tersebut Kepala RSUD Meuraxa mengakui temuan BKP dan menyatakan PT ZA telah menyetor kelebihan bayar tersebut ke kas daerah. (AJNN.NET)

Komentar

Loading...