Apa Kabar Abuya Bupati Bener Meriah Penerus Ahmadi….?

Mungkinkah Ulama Berdusta di Bener Meriah…? Tagih Janji Kartu “SAKTI”…!

Rahmaddin

TOSKOMI.COM || Redelong - Mengawali tulisan ini dengan mengucapkan terimakasih atas kinerja Pemerintah Bener Meriah (PEMDA) dibawah pimpinan Abuya Sarkawi yang terus berupaya berbenah dan melakukan mediasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bener Meriah yang Islami, Bersatu, Harmoni, Maju dan Sejahtera. Bagaimanapun mimpi menjadikan Bener Meriah Islami, Bersatu, Harmoni, Maju dan Sejahtera tentu saja harus dibarengi dengan upaya mewujudkannya.

Selanjutnya penulis juga ingin mengucapkan selamat kepada Abuya Sarkawi selaku Bupati yang akan segera mendapatkan pendamping dalam menjalankan roda pemerintahan. Abuya tidak akan lagi berkerja sendiri, kekosongan Wakil Bupati akan segera diisi. Tentu akan jauh lebih mudah saat Abuya punya pasangan untuk membantunya berkerja.

Semenjak di tinggal Partnernya tahun lalu akibat jeratan kasus korupsi, Abuya sendirian mengemban beban yang ia dan partnernya saat pilkada janjikan kepada masyarakat Bener Meriah. Tentu saja Abuya berhak berbahagia karena dalam waktu dekat akan ada partner baru untuknya berbagi beban.

Kendati demikian, Pasang surut dinamika politik Bener Meriah akibat isu siapa Partner Abuya yang beberapa hari terakhir menghangat ditambah isu siapa pemegang mandat Wakil Ketua I DPRK dari partai binaan Abuya jangan sampai mengendurkan semangat Abuya dalam bekerja. Apalagi sampai ikut terjebak dalam dinamika tersebut tentu saja Abuya tidak boleh.

Abuya tetap harus fokus kepada tugas dan janji yang ia emban di pundaknya.  Jangan sampai pula Abuya kemudian takut untuk menerima kehadiran Wakil Bupati, sungguh ketakutan tersebut tidak lah berarti Sebab Abuya akan tetap jadi pemegang kuasa utama.

Blusukan Blusukan ala Presiden Jokowi yang Abuya lakukan juga patut di Apresiasi, Track record Abuya dalam menyambangi petinggi petinggi pemerintahan baik di Jakarta maupun di tingkat provinsi terbilan cukup sering. Tinggal hasil dari blusukannya saja yang belum kelihatan, tentu saja semua itu butuh waktu untuk membuktikan.

Abuya juga harus tetap sadar bahwa janjinya saat kampanye dulu belum terealisasi dengan baik. Sebelumnya mungkin Abuya punya alasan untuk tidak merealisasikannya, sebut saja alasan karena masih PLT dan lain lain. Namun kali ini Abuya tidak dapat lagi berkelit ia sudah menjadi pemegang kuasa penuh.

Yang paling di tunggu untuk segera dituntaskan dari sekian banyak Janji Abuya saat kampanye dulu adalah Janji Kartu Petani Mulia atau biasa disingkat KPM.
Penelusuran penulis pada tahun 2017 Abuya pernah memberikan statemen yang dimuat oleh banyak media terkait hal ini saat menghadiri dzikir akbar dalam rangka Haflah Miladdiyah ke-17 Pesantren Bustanul Arifin, yang berlangsung di Komplek Pondok Pesantren tersebut Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kamis (10/8/2017).

Ketika itu Abuya mengatakan “sejak dirinya bersama Ahmadi, SE dilantik jadi Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah, ada beberapa warga yang bertanya kepada dirinya tentang kapan KPM tersebut direaliasikan.

Dalam kesempatan tersebut dihadapan wali santri dan jajaran SKPK Bener Meriah yang hadir Abuya Sarkawi yang saat itu masih wakil Bupati mengatakan bahwa program KPM yang dijanjikan kepada masyarakat petani di Bener Meriah tersebut akan direalisasikan pada tahun anggaran 2018 dengan nilai kisaran sebesar Rp 1 juta.

“Nilai KPM tersebut bukan seluruhnya di tukar dalam bentuk uang akan tetapi setengah dalam bentuk barang yang merupakan kebutuhan petani,” terangnya sembari mengatakan bahwa uang yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk biaya pengolahan lahan masing-masing”. (Sumber, Lintas Gayo.co)

Setahun berselang setelah Partnernya di tangkap KPK dan Abuya dilantik sebagai PLT Bupati Bener Meriah beliau juga sempat mengeluarkan Statemen tentang bagaimana Kartu sakti ini akan direalisasikan dan anehnya statemen tersebut berbeda dengan statemen sebelumnya, Statemen tersebut Abuya katakan ketika menggelar doa bersama satu tahun kepemimpinan Ahmadi-Sarkawi menahkodai Bener Meriah, di kediaman pendopo Wakil Bupati pada Jumat (13/7/2018) malam.

Menurut Abuya, berbagai program yang tertuang dalam visi dan misi pasangan Ahmadi-Syarkawi akan tetap direaliasikan, termasuk program Kartu Petani Mulia (KPM). Program KPM Bener Meriah ini akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dalam APBK 2018, Sesuai aturan, tidak dibolehkan memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai”. (Sumber, Aceh.tribunnews.com)

Lalu, Pernahkah KPM ini direalisasikan?
Pada Jum’at 7 Desember 2018 Abuya Sarkawi yang saat itu masih PLT Bupati melakukan penyerahan secara simbolis pupuk dan sprayer Electrik kepada Kelompok Tani melalui Koordinasi Balai Penyuluh Pertanian. Disebutkan hal tersebut merupakan program Peningkatan Kesejahteraan Petani dalam kegiatan Rehabilitasi Kebun rakyat.

Jenis barang pengadaan tersebut adalah Knapsack Sprayer (Handsprayer) Electric, Pengadaan pupuk NPK 15.15.15, pupuk NPK 16.16.16, Fungisida, Insektisida dan Pengadaan mulsa.

Selain itu Pengadaan alat pertanian yang diberikan adalah cangkul, parang, gunting pangkas, garu, handsprayer manual serta bibit pinang unggul Varietas Betara.
Saat itu Abuya Sarkawi mengatakan kegiatan tersebut merupakan realisasi bantuan pemerintah kepada masyarakat yang sebelumnya dikenal dengan KPM (Kartu Petani Mulia).

“Bantuan pemerintah dalam bentuk KPM dapat kita realisasikan, barang ini akan didistribusikan ke BP dan dari BP langsung ke kelompok Tani, kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Bener Meriah dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih kita sempurnakan lagi dari format yang ada sekarang. (Sumber, m.rri.co.id)

Apakah program rehabilitasi kebun rakyat yang kemudian di klaim sebagai bagian dari program KPM cukup di anggap sebagai upaya menunaikan janji Abuya?
Penilaian penulis tentu saja tidak cukup, program rehabilitasi kebun rakyat sama sekali tidak mencerminkan Program Kartu Petani Mulia (KPM) yang saat itu dijanjikan.
Sejatinya, Masyarakat Bener Meriah masih menagih Janji KPM ini untuk direalisasikan sesuai dengan apa yang sebelumnya dijanjikan.

Jika ternyata Abuya tidak mampu menunaikan janjinya, ada baiknya Abuya jujur kepada khalayak ramai dan meminta maaf kehadapan publik. Mengakui kenyataan bahwa janji program KPM tidak mampu ia tunaikan.

Saran penulis ada baiknya Abuya melakukan blusukan ke Kementerian Pertanian (Kementan) yang juga telah meluncurkan program Kartu Tani, disebutkan Kementan akan menjadikan Kartu Tani sebagai kelengkapan data sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, keunggulan Kartu Tani antara lain single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, dan multifungsi. (Sumber, Liputan6.com)

Mungkin dengan melakukan blusukan ke Kementan Abuya bisa belajar bagaimana ia akan menunaikan janji Kartu Petani Mulia (KPM).

Terakhir ada baiknya kita kembali menunggu bagaimana Abuya akan menunaikan janji kampanyenya dulu, Bukan Hanya KPM tapi semua janji yang pernah ia ikrarkan dihadapan masyarakat Bener Meriah. Semoga saja Abuya tidak ingkar terhadap janjinya, sebab janji adalah hutang menurut Agama.

*Penulis, Aktivis Gayo Merdeka, Tinggal di Bener Meriah

Oleh ; Muhammadinsyah*

Komentar

Loading...