Berharap Perdamaian Korea Hasil Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Zona Demiliterisasi (DMZ). (REUTERS Kevin Lamarque)

TOSKOMI.COM || Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Selatan berharap momentum pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Zona Demiliterisasi (DMZ) terus dipertahankan. Mereka sangat menginginkan hal itu bisa memicu perundingan damai dan penyatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang mandek, akibat terhentinya negosiasi pencabutan sanksi dan pelucutan senjata nuklir antara Korut dan AS.

"Pertemuan Trump dan Kim menjadi harapan baru terhadap negosiasi pelucutan senjata nuklir dan pencabutan sanksi, dan bisa menguntungkan Seoul demi mempertahankan momentum dialog dan kerja sama dengan Korea Utara," kata juru bicara Kementerian Penyatuan Korea Selatan, Lee Sang-min, seperti dilansir Associated Press, Senin (1/7).

Di sisi lain, Perdana
Menteri Jepang, Shinzo Abe, juga berharap pertemuan antara Trump dan Kim
Jong-un kemarin menjadi titik tolak kelanjutan proses denuklirisasi. Dia juga
menyatakan ingin supaya hal ini benar-benar menjadi pembuka jalan perdamaian di
Semenanjung Korea.

"Jepang selalu mendukung proses perundingan AS dan Korea Utara sejak
pertemuan di Singapura. Saya harap pertemuan itu bisa membuat kemajuan ke arah
lebih baik," kata Abe.

Pertemuan kedua pemimpin itu berlangsung ketika Trump tengah melakukan
kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan selepas menghadiri KTT G20 di Osaka,
Jepang, pada 28-29 Juli.

Setelah bertemu Presiden Korsel Moon Jae-in, Trump lalu bertolak ke DMZ untuk
bertemu Kim Jong-un. Pertemuan di DMZ juga terjadi sehari setelah Trump
mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Kim Jong-un di akun Twitter sehari
sebelumnya.

Mengawali
pertemuan singkat mereka, Kim Jong-un dan Trump berjabat tangan di wilayah DMZ,
tepat di atas perbatasan antara Korut-Korsel. Mengenakan setelan jas berwarna
biru tua dan dasi merah, Trump berjalan dari wilayah DMZ bagian Korsel
mendekati perbatasan Korut.

Di sisi lain, Kim Jong-un dengan setelan safari khasnya berwarna hitam juga
terlihat berjalan mendekati Trump dari wilayah DMZ bagian Korut. Keduanya
lantas berjabat tangan dan bertukar sapa.

Tak berapa lama, Kim Jong-un mengajak Trump melangkah maju untuk masuk ke
wilayahnya sebelum melakukan jabat tangan dan sedikit perbincangan lainnya.

Momen tersebut menandakan Trump merupakan Presiden AS pertama yang berhasil
menginjakkan kaki di tanah Korut.

Pertemuan mereka kemarin berlangsung ketika negosiasi AS-Korut soal
denuklirisasi masih menemui jalan buntu.

KTT Kim Jong-un dan Trump yang kedua di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu gagal menghasilkan kesepakatan bersama.

Namun, Trump mengaku ia dan Kim Jong-un sepakat melanjutkan pembicaraan denuklirisasi setelah pertemuan singkat mereka kemarin. (CNNIndonesia)

Komentar

Loading...