Mulyadi : Jangan Bebebankan Rakyat Mencari Solusi, Apa Guna Banyak Staf Ahli…?

PicsArt_05-28-10.34.10-1

TOSKOMI.COM || Takengon (12/6) Terkait pernyataan Bupati Aceh Tengah di Beberapa Media yang menyatakan Shabela Tidak Anti Kritik Tapi Beri Solus, Mulyadi merasa Shabela tidak paham hakikat dari sebuah kritikan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar pada senin (10/6/2019) di salah satu media.

Mulyadi selaku ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Gmni) cabang Aceh Tengah merasa bingung sekaligus miris atas Hal tersebut ini menjadi hal yang memalukan karena hakikatnya Pemerintah ada untuk mencari solusi.

“Di Pemerintah itu kan banyak staf ahli, kenapa tidak diberdayakan mencari solusi, kok malah rakyat yang dibebankan mencari solusi” Ujar Mulyadi.

Mulyadi juga mengungkapkan memang pemerintah ditakdirkan untuk dikritik dan kritik itu adalah niscaya dalam politik. Oleh karena itu kritik dalam politik itu permanen.

"Dan yang dikritik harus bagaimana?, Yang dikritik itu kalau dia gak tahan dikritik ya kupingnya aja di tutup, Bukan menutup mulut orang yang dikritik, Jadi kalau Anda tidak tahan dikritik silahkan tutup kuping, bukan tutup mulut si pengkritik," pungkas Mulyadi

Tugas pemerintah itu mencari solusi bukan bertanya apa solusinya, karna pemerintah mempunyai lembaga dan anggaran dalam mencari solusi itu, bukan meminta rakyat untuk mencari solusi, jikalau rakyat yang mencari solusi lalu tugas Pemda apa dong ?

"masyarakat ni merah ken oros pe nge hejep daboh i osah mien tugas se merah solusi gere ke lucu ya " pungkas mulyadi dalam bahasa gayo (masyarakat ni mencari beraspun udah susa masa dikasih lagi tugasnya mencari solusi).

Mulyadi mengingatkan di era keterbukaan dan kebebasan berpendapat seperti saat ini, penyampaian pendapat adalah hal yang lumrah. Jangan kita kembali ke era kelan Orde Baru yang seolah kita tabu melihat orang lain menyampaikan pendapat.

Mulyadi Ketua GmnI Aceh Tengah.
12 Juni 2019

Komentar

Loading...