Menhan Ryiamizard Ryacudu

MENHAN : Ryiamizard Ryacudu Sedih Sahabatnya Disebut MAKAR, Mereka Pernah Mengabdi Untuk Negeri Ini.

Screenshot_20190531-051113_Google

TOKSOMI.COM || Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku sedih dengan sikap sejumlah purnawirawan TNI yang cenderung menyimpang dari jiwa dan spirit TNI. Dia tidak mengerti apa yang terjadi. Jika hanya ketidakpuasan atas hasil Pemilu seharusnya dapat disalurkan lewat lembaga atau institusi yang diakui negara.

"Terus terang saja, di sana yang diperiksa-periksa itu kan banyak purnawirawan. Itu senior saya. Ada adik-adik angkatan saya. Sebagai sama-sama purnawirawan, sebetulnya saya, apa tidak baik. Ini tidak boleh terjadi begitu. Kenapa bisa begitu. Jadi jangan menghilangkan image," kata Ryamizard usai menerima Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Ia menjelaskan pesta demokrasi sudah selesai. Harusnya semua pihak kembali ke kehidupan normal. Tidak ada lagi mengaku sebagai pendukung Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin atau pendukung Paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Jika ada ketidakpuasan hasil pemilu, bisa gugat ke Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sebetulnya ya sudah salam-salaman ya. Namanya pesta kok, tapi terjadi ketidakpuasan, biasa saja. Kalau kurang puas kan ada tempat mengadu. Kurang puas kenapa? Ada yang curang di mana, curangnya apa, sampaikan. Kan ada KPU atau Bawaslu. Itu semuanya dipilih bersama kok, kesepakatan bersama, tandatangan bersama. Nah tinggal ketidakbenarannya dimana ditunjukkan data yang benar," ujar Ryamizard.

Dia berharap tidak ada lagi kerusuhan di kemudian hari hanya karena persoalan Pemilu. Pasalnya yang rugi adalah masyarakat banyak.
"Saya mengajak semua pihak terutama yang tidak puas untuk tidak melakukan apa-apa, tidak melakukan kerusakan. Yang susah bukannya 01 atay 02 tapi rakyat kok. Rugi berapa miliar. Ada yang mati. Ya sudahlah enggak usah lagi ditambah untuk meninggal itu," tutup Ryamizard (BERITASATU)

Komentar

Loading...