Tuak Merajalela Di Bulan Ramadhan, Apa Tanggapan Bupati….?

satpol-pp-wh-aceh-tengah-sita-4-jerigen-tuak-2019-05-23_14-53-47_491626

TOSKOMI.COM
|| Takengon (26\5)
Satuan Polisi
Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP- WH) Kabupaten Aceh Tengah menyita
sedikitnya 4 jerigen minuman keras jenis tuak dari kios warga di kawasan Blang
Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah. Petugas berhasil mengamankan barang bukti tuak
dalam operasi gabungan yang digelar Rabu malam, 22 Mei 2019.

Kepala
Satpol PP dan WH Aceh Tengah, Syahrial mengatakan pihaknya menemukan minuman
keras tersebut dari lima kios di lokasi yang buka sebelum shalat tarawih usai
dilaksanakan.

“Sesuai
himbauan yang telah disepakati, kios buka setelah shalat tarawih. Lalu kami
razia 5 unit kios yang ada di pintu masuk Blang Bebangka Pegasing. Sebanyak 4
kios diantaranya ditemukan minuman jenis tuak dan langsung kami amankan” jelas
Syahrial kepada awak media, Kamis (23/5).

Pada
saat digelar razia, kata dia, petugas juga mendapati sejumlah warga yang sedang
nongkrong di lokasi tersebut, bahkan ada diantaranya yang sedang mabuk-mabukan.

“Jelas
menyalahi aturan. Tidak menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah
shalat tarawih” kata Syahrial.

Terkait
temuan itu, ia mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam hal
ini kepada bupati untuk menertibkan kios-kios yang ada di lokasi pintu masuk
Blang Bebangka. Hal itu, sebutnya, untuk menghindari perilaku negatif dari apa
yang telah mereka temukan.

“Ini
hanya usulan, kalau bisa di pintu masuk blang bebangka itu jangan dijadikan
tempat usaha. Karena mengundang perhatian masyarakat untuk hal-hal yang tidak
diinginkan. Gubuk-gubuk yang ada disitu kami rasa mencoreng keindahan Lapangan
Pacuan Kuda itu” pinta Syahrial.

Selain
itu, selama bulan suci Ramadhan pihaknya turut menyegel satu unit rumah makan
yang berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon.
Penyegelan ini, lantaran rumah makan tersebut menjual makanan pada siang hari.
Selain itu, pihaknya turut menggerebek beberapa unit kios yang menjual makanan
di luar jadwal yang telah ditetapkan.

“Ini
salah satu pelanggaran, dan tidak sesuai dengan Qanun yang telah ditetapkan.
Sebelumnya kami telah mengeluarkan surat edaran khusus untuk bulan suci
Ramadhan dari Forkopimda, seperti, dilarang melayani orang yang tidak berpuasa,
bahkan menyediakan tempat orang yang tidak berpuasa dan  berjualan sebelum
jam tiga sore” papar Syahrial.

Adapun
tindakan yang diambil bagi para pelanggar yakni menerapkan Qanun yang ada yaitu
memberikan surat peringatan, melakukan pembinaan, serta tindakan serius yaitu
mencabut ijin usaha dan jika masih terulang, pihaknya akan menyegel warung/kios
tersebut.

Kedepan,
Petugas akan terus menggiatkan  patroli keliling untuk melakukan
pemantauan setiap pelanggaran syariat. Dan menjelang Idul Fitri, patroli akan
lebih digiatkan utamanya dalam memberantas peredaran petasan atau mercon.

“Tolong indahkan himbauan yang telah kami edarkan” pungkas Syahrial. (Acehoke.com)

Komentar

Loading...