35 Kg Sabu Dalam Truk Sayur Dari Aceh Menuju Ibu Kota….?

Truk-Sayur-Yang-Bermuatan-35-Kg-Sabu-di-Tangkap-BNN

TOSKOMI.COM || Jakarta (26\5) Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu seberat 35 kilogram dengan modus truk sayur. Sabu dibawa dari Medan dan rencananya diselundupkan menuju Jakarta.
 
"Barang bukti yang disita non narkotika, satu unit truk colt diesel, beberapa ponsel, kartu identitas. Kemudian, barang bukti narkotika sejumlah 35 bungkus atau 35 kg narkotika jenis sabu," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di Jakarta, Sabtu, 25 Mei 2019.
 
Pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi adanya pengiriman sabu dari laporan masyarakat. Hasil penyelidikan, mengarah kepada truk colt diesel bak warna kuning kombinasi bernomor polisi BK 9434 EN. Truk bermuatan sayur kol atau kubis. 

BNN mengikuti truk
tersebut dari wilayah Lampung hingga menyeberang dari Bakauheni ke Merak.
Kemudian Tim menghentikan laju truk tersebut di jalan raya atau fly over
selepas pelabuhan Merak atau Jalan Tol Jakarta-Merak, Cilegon, Banten.
 
Tim kemudian melakukan pemeriksaan dan berhasil menemukan 35
bungkus narkotika jenis sabu di dinding bak belakang truk tersebut. Satu orang
bernama Muazir ditetapkan sebagai tersangka yang merupakan sopir truk.
 
"Sedangkan satu orang lainnya adalah saksi dari kasus
tersebut yang berprofesi sebagai kenek," ujar Arman.
 
Berdasarkan pengakuan Muazir, dia mendapatkan sabu dari
seseorang bernama Riski atas perintah Ridwan. Mengetahui informasi itu, tim
kemudian berkoordinasi dengan Badan Narkotika Kabupaten/Kota (BNK) Langsa.
 
"BNK Langsa dan kemudian menangkap Riski di Dusun
Tanjung Putus Kelurahan Gampong Jawa, Kecamatan Langsa, Kota Langsa,
Aceh," ucap Arman.
 
Arman menambahkan, tim saat ini tengah melakukan
penggeledahan di rumah tersangka Ridwan dan Riski. BNN menyita beberapa barang,
beberapa mobil, sepeda motor, dan uang tunai Rp268 juta. Temuan itu guna tindak
lanjut dengan penyidikan terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
(medkom.id)

Komentar

Loading...