Pulang Kampung Alhudri Diskusi Kopi dan Tambang Dengan Lintas Tokoh

E51E7E66-15EB-41A0-A6DC-A2D6D05BC5E2

Takengon - Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs. Alhudri menyikapi persoalan anjloknya harga jual kopi yang tengah dihadapi oleh masyarakat Gayo.

Menurut Alhudri, persoalan ini sudah pasti permainan tengkulak. Karena munurut Alhudri harga kopi di dunia cendrung stabil.

Hal ini disampaikan Alhudri dalam sebuah diskusi dan buka puasa bersama tokoh-tokoh masyarakat di Cafe Bayakmi, Utung-utung kecamatan Kebayakan Aceh Tengah.

Alhudri menceritakan bahwa di Arab Saudi kopi yang ia nikmati 40 Real pergelas atau setara Rp. 141.000, maka tidak mungkin kalau harga beli kopi dari masyarakat turun.

Menurutnya kopi adalah emas hitam yang lebih menjanjikan dari pada rencana-rencana pihak asing ingin mengekpolitasi emas murni di Gayo.

“Tinggal bagaimana pemerintah daerah mencari solusi persoalan ini” kata Alhudri.

Kemudian Terkair rencana PT. Linge Mineal Resource Alhudri menyampaikan bahwa Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah secara prinsipnya menolak investasi tersebut.

“Tingkat satu pohon pinus tumbang, Bang Nova marah, apalagi rencana mengorek satu gunung” kata Alhudri.

Secara pribadi, Alhudri menolak aktivitas tambang apalagi pengelolaanya tidak ramah terhadap lingkungan, dalam kesempatan tersebut Alhudri juga mengenang kisah saat dirinya menutup Tambang di Arul Badak saat dirinya 3 (tiga) bulan menjadi Plt. Bupati Aceh Tengah.

Alhudri menceritakan menemukan setengah botol air mineral berisi marcury di lokasi tambang yang tidak memiliki izin tersebut. Namun Alhudri tidak menyebutkan perusahaan yang mengeksplotasi tersebut. 

Menurut informasi yang terhimpun, kedatangan Alhudri ke Gayo semata-mata rindu dengan kampung halamanya  di Takengon. dalam pertemuan tersebut turut hadir berbagai tokoh lintas usia dan profesi. [Az]

Komentar

Loading...