Dianggap Tak Layak Menjadi Penyelenggara Dimasa Yang Akan Datang

Staf KIP Aceh Tengah Diputus DKPP

439B8997-05B5-496E-B445-A22922787D0F

Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) putuskan salah satu staf KIP Aceh Tengah tidak memenuhi syarat menjadi penyelenggara pemilu dimasa yang akan datang.

Putusan tersebut dibacakan Majelis DKPP dalam sidang pleno yang terbuka untuk umum di Kantor DKPP, Jln MH Thamrin Jakarta (16/5/2019).

Putusan dengan registrasi perkara 45-PKE-DKPP/III/2019 itu dibacakan oleh Muhammad Anggota Majlis dengan dihadiri oleh Harjono (Ketua) dan Fritz Edward Siregar, Ida Budhiati, Alfitra Salam masing-masing sebagai anggota.

Staf KIP Aceh Tengah (Idris) dilaporkan oleh Panwaslih Aceh Tengah atas laporan masyarakat ke DKPP lantaran diduga berpihak kepada salah satu peserta pemilu yakni Syamsuddin (DPRK Aceh Tengah Terpilih) yang juga merupakan adik kandung dari teradu.

Idris dinyatakan sah dan meyakinkan melakukan kegiatan pemasangan alat peraga kampanye. Serta petemuan dengan Syamsuddin. Hal itu dianggap DKPP sebagai salah satu hal yang bertentangan dengan prinsip mandiri penyelenggara pemilu.

Kemudian Idris saat sidang pemeriksaan tidak hadir dalam persidangan, hal itu dianggap sebagai tindakan tidak bertanggung jawab menurut DKPP.

Idris dianggap tidak memenuhi syarat sebagai penyelenggara pemilu dimasa yang akan datang karena Idris mengirimkan surat pemunduran diri dari Staf KIP Aceh Tengah kepada anggota KIP Aceh Tengah Marwansyah, S. Hi yang juga sebagai adik kandungnya beberapa hari sebelum sidang pemeriksaan kedua (24/4/2019). [Rm]

Komentar

Loading...