Prahara APBA 2018 Sampai Onum DPRA Botak Berkupiah Juga Dibahas

Botak

TOSKOMI.COM|| Banda Aceh (20/1/2017) -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Teuku Irwan Djohan tidak akan menandatangani dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018 jika anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA tidak memiliki kesempatan untuk membahas anggaran sebesar Rp 14,7 triliun itu.

Seperti yang dilansir AJNN.net Irwan Djohan katakan "Saya akan menolak menandatangani APBA 2018 apabila DPRA dalam hal ini Banggar DPR Aceh tidak memiliki kesempatan untuk membahas Rp 13 triliun atau 14 ,7 triliun total APBA yang telah direncanakan oleh TAPA," kata T Irwan Djohan disela-sela sidang paripurna khusus DPRA tentang proleg 2018, Rabu (17/1).

Irwan Djohan menyampaikan, alasan dirinya menolak untuk menandatangani karena sampai detik ini selama beberapa kali mengikuti rapat banggar terkait APBA 2018, dirinya mengaku belum pernah melihat persentasi atau kesempatan melihat usulan dari eksekutif.

"Jujur saya belum pernah melihat melihat usulan dari eksekutif, apakah nanti didalamnya ada pengadaan pesawat, satelit, kapal itu sama sekali saya belum mengetahui," ujarnya.

Kata Irwan Djohan, dirinya juga belum mengetahui apakah anggaran tersebut sudah memenuhi aturan perundang-undangan, dimana harus dianggarkan atau dialokasikan 20 persen untuk sektor pendidikan, 10 persen sektor kesehatan, 5 persen syariat Islam, 1 persen sektor UKM, lingkungan hidup dan pemberdayaan perempuan, dan itu semua juga belum pernah dibahas bahka dia mengaku tidak mengetahuinya.

"Maka saya mengajak semua anggota DPRA harus berkesempatan membahas dokumen APBA 2018 secara detail dan rinci. Jangan dikarenakan waktu yang sudah tidak ada lagi, sempit sehingga kita mengesahkan anggaran tanpa membahasnya," tegas Irwan Djohan.

Irwan berharap kerjasama yang baik dari seluruh anggota DPRA, untuk sama-sama melihat, mengevaluasi, merasionalisasi, mengurangi, menambahkan serta menggeser seluruh usulan rancangan APBA yang telah disusun oleh TAPA sehingga bisa menghasilkan APBA 2018 yang ideal dan sempurna.

Sementara tanggapan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menilai adanya tidak rasionalan dalam proses tersebut. Muncul item-item siluman misalnya pembelian mobil dinas dari dana aspirasi.

“tolong bikin saya paham, Bagaimana logikanya mobil dipake (dipakai-red) sendiri dibeli dengan dana aspirasi atau Dana aspirasi digunakan untuk membeli mobil yang dipakai sendiri, dimana logika aspirasinya? Tanya irwandi dengan nada menyinggung.

Parahnya lagi, irwandi seperti mengarahkan komentar tersebut subjektif ke salah satu oknum anggota Dewan dengan menyindir seperti ini “kupiah di kepala tidak lekang2 entah karena alim entah untuk menutupi botak. (Z.80)

 

 

Komentar

Loading...