Parah..!! Ada Skandal Disperindagkop Dengan DPRK

20180106_172209

TOSKOMI.COM|| Takengon (6/1/2017)- Pedagang pasar inpres merasa terjalimi oleh disperindagkop aceh tengah, pasalnya para pedagang mayoritas ibu ibu ini tidak dapat lagi berjualan di lapak yang dulu mereka tempati untuk mengais rezeki.

Para pedagang pasar inpres merasa kecewa terhadap dinas perindustrian perdagangan kabupaten Aceh Tengah, mereka yang telah berpuluh puluh tahun berdagang kini terancam tidak bisa lagi berjualan mencari rezeki.

Salah satu pedagang pasar inpres Ruhamah (40)  kepada toskomi.com mengatakan, pihaknya merasa di bohongi, dulu sebelum pembangunan pasar mereka di janjikan akan dapat ruko baru sebagai ganti ruko lama mereka yang telah di rombak menjadi ruko baru, dirinya juga mengatakan untuk pembagian ruko biar adil dilakukan secara undian.

Setelah selesai pembangunan nyatanya mereka tidak dapat ruko yang telah di janjikan. Malah yang menduduki ruko baru tersebut wajah wajah baru, bukan pedagang lama yang telah berpuluh puluh tahun mengais rezeki.

Pembagian kunci ruko juga dilakukan secara tertutup terkesan di sembunyikan dari pedagang lama. Padahal para pedagang yang telah lama berjualan ini rutin membayar pajak sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan ruko baru tersebut.

Merasa terjalimi haknya akhirnya para  pedagang ini mendatangi kantor DPRK Aceh Tengah untuk menuntut hak mereka (4/1/2017) Setelah sampai di gedung dewan mereka di sambut oleh Wahyudin Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, juga Sukurdi Iska mewakili komisi B di ruang sidang DPRK Aceh tengah.

Pantauan wartawan toskomi.com tidak lama pertemuan pedagang tersebut bersama wakil rakyat,  dikarenakan DPRK Aceh tengah mengatakan pihaknya sudah menyurati disperindagkop untuk hadir ke gedung dewan guna mengklarifikasi laporan para pedagang pasar inpres.

Sukurdi iska mengatakan kepada para pedagang harap bersabar dan memberikan waktu kepada DPRK untuk menyelesaikan masalah ini. Pihak nya juga menunggu kehadiran kadis perindagkop ke gedung dewan untuk mendapatkan informasi yang jelas terkait laporan masyarakat yang telah beredar luas di masyarakat, akhirnya dengan penuh kekecewaan para pedagang meninggalkan gedung DPRK Aceh tengah.

ADA PERMAINAN OKNUM DPRK

Kuat dugaan ada kongkalikong antara Eksekutif dan Legislatif. kepala dinas perindagkop terkesan bermain mata dengan oknum DPRK aceh tengah. Isu ini santer terdengar di warung warung kopi, isu yang berkembang di masyarakat ada 7 ruko baru di peruntukan untuk jatah oknum anggota DPRK Aceh Tengah.

Sumber berita lain juga menyebutkan ada 19 Ruko yang peruntukanya diatur oleh oknum anggota DPRK.

Selain itu isu yang tersebar bahwa siapa saja yang mau berjualan di ruko baru tersebut harus menyetor uang ke dinas perindagkop aceh tengah dengan kisaran 50 Juta sampai 75 Juta untuk mendapatkan nama di Disprindagkop.

Setelah nama-nama tersebut sebut sumber berita ini, Barulah Para “Broker” tersebut menyewakan kepada pihak ke-3 dengan tarif yang pantastis yakni 15 Juta sampai dengan 20 Juta bahkan lebih pertahun-nya.

Fakta ini mencuat karena salah seorang pedagang yang mendapatkan kunci karena telah menyetor sejumlah uang. Sedang kalau pedagang yang lama mereka tak mendapatkan akses.

Jika tudingan itu benar, jelas hal ini merupakan prakrek busuk gratifikasi yang dilakukan oleh oknum penyelenggara negara.

Untuk ini Toskomi.com mencari kebenaran tentang hal ini. Namun sayang seperti biasa pihak-pihak terkait memilih bungkam.

Sampai berita ini di turunkan kepala disperindagkop belum juga bisa di konfirmasi oleh tim toskomi.com kami telah menghubungi kepala dinas perindagkop melalui WhatsApp tapi hanya di baca tidak di balas. Pernah didatangi namun Kadis tak berada di tempat. (Tim)

Komentar

Loading...