Dana Umat Disulap Menjadi Bisnis Properti Baitul Mal Aceh Tengah

IMG-20170801-WA0019

Takengon (21/7/2017) - Aset Baitul Mal yang Kabupaten Aceh Tengah yang berada di desa Asir Asir Atas kecamatan Lut Tawar disewakan kepada orang lain.

15 unit rumah tersebut berasal dari sumbangan berupa Infaq dan sedekah rakyat Aceh Tengah tersebut sudah disewakan semenjak 1 Tahun terakhir.

Kepala Baitul Mal Aceh Tengah, DR. Mahmud Ibrahim saat ditemui Toskomi.com diruang kerjanya (21/7/2017) menjelaskan bahwa Aset rumah tersebut merupakan Aset Produtif Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah.

Tarif sewa rumah tersebut juga berpariasi menurut Mahmud Ibrahim. Ada yang 5 Juta sampai 6 Juta Rupiah.

Mahmud Ibrahim menambahkan bahwa Aset Produktif bisa berupa Rumah kontrakan, Rumah Toko (ruko), dan aset yang menghasilkan lainya.

Mahmud menjelaskan bahwa uang yang terhimpun dari aset tersebut nantinya akan dikumpulkan serta akan didistribusikan kembali kepada Masyarakat.

 

Tidak hanya itu, Baitul Mall pada tahun ini membeli 1 Unit Mobil pick up dengan alasan oprasional.

Banyak kebijakan Baitul Mal mendapatkan kritikan seolah olah Baitul Mal Aceh Tengah menjadi perusahaan proprti yang ironis  ditengah-tengah masyarakat ditengah kondisi kemiskinan yang masih dirasakan masyarakat sebagai contoh 4 RTLH di Kampung Mongal.

Menanggapi persoalan yang muncul ketengah publik mengenai 4 rumah tidak layak huni (RTLH) yang berada di Kampung mongal, Mahmud Ibrahim membenarkan bahwa dirinya telah mendengar persoalan tersebut. Namun Mahmud menyatakan tidak ada usulan dari Baitul Mal Kampung setempat untuk pembangunan tersebut.

Salah satu loyalis Pemerintah Kampung Mongal juga sempat menanggapi isu yang dianggapnya miring terkait Kampungnya tersebut dengan melemparkan statment bahwa tanah RTLH tersebut bersetatus sengketa.

Mahmud Ibrahim juga mengatakan rumah yang dibantu oleh Baitu Mal harus milik pribadi dari Muzakki tersebut. (Z.80)

 

Komentar

Loading...