Hairajadi: Diduga Ada Sindikat Perburuan Gajah Di Karang Ampar

IMG-20170723-WA0000

TOSKOMI.COM|| Takengon (23/07/2017) – Seekor Gajah berumur 40 tahun di temukan warga tewas di salah satu kebun warga di desa Kaerang Apar Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu 22 Juli 2017. Gajah ini diperkirakan Badan Konservasi dan Sumber Alam (BKSDA) Aceh telah mati sejak sekitar 20 hari yang lalu.

Gajah yang mati dan sudah membusuk ini saat ditemukan sudah tidak memiliki gading, diduga gading gajah diambil oleh orang tak dikenal. Dalam penyidikan otopsi dari Konservasi Wilayah Lhokseumawe, BKSDA Aceh yang mengambil sampel bangkai gajah itu melihat ada kejanggalan dalam kematiannya.

BKSDA Aceh serta Polres Aceh Tengah yang melakukan olah TKP di lokasi kematian gajah ini melihat ada serpihan gading gajah di sekitar lokasi bangkai gajah yang diduga kuat telah dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibawa pergi pencuri gading.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Harijadi S.H, menerangkan sebagaimana dikutip Liputanaceh.com di lokasi penemuan bangkai ini, bahwa dugaan kuat gajah tersebut mati akibat ditembak atau diracun. “Hari ini kegiatan yang kita lakukan untuk melakukan otopsi terhadap gajah yang sudah mati ini, untuk mengetahui apakah gajah ini mati karena ditembak atau diracun atau dengan motif lainnya, yang terpenting adalah apabila ditemukan proyektil didalam bangkai gajah berarti dipastikan itu ditembak,” terang Kapolres.

Kapolres meyakini bahwa ada sindikat perburuan gajah di Aceh Tengah dengan indikasi gajah mati namun gadingnya hilang.“Kita mengumpulkan bukti-bukti, saksi-saksi, tetap kita akan buru pelakunya. Mohon kerjasamanya, mudah-mudahan kita bisa ungkap. Kalau memang gajah itu betul-betul matinya karena kejahatan baik itu diracun maupun ditembak. Jadi intinya hari ini kita apabila tidak ada bukti-bukti ditembak berarti dia ini diracun, nanti tim otopsi yang menjelaskan,” kata Kapolres. (Rahmad/Z.80)

Komentar

Loading...