Tak Lagi Depan Umum, Hukuman Cambuk Diwacanakan Dilakukan di Penjara

Hukuman Cambuk Untuk Seorang Wanita di Aceh

TOSKOMI.COM || BANDA ACEH (15/7) Pemerintah Aceh sedang mewacanakan perubahan aturan terkait pelaksanaan hukuman atau uqubat cambuk di Aceh.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Pemerintah Aceh saat ini, kata dia, masih berwacana dan sedang berpikir keras serta berdiskusi tentang meminimalisir dampak hukuman cambuk. Pasalnya, ini kerap didramatisasi oleh pihak-pihak yang belum memahami Qanun Jinayat secara benar.

Baca: Di Masa Irwandi saat ini Aturan Hukum Cambuk  Akan Di Rubah Demi Ivestasi

“Beberapa solusi memang diwacanakan, tetapi masih harus didiskusikan lebih lanjut, termasuk minta nasihat para ulama, pakar dan akademisi,” jelas Nova, Rabu (12/7).

Pemerintah Aceh, kata Nova, tidak ingin gegabah mengambil kebijakan. Dan ia menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan dan mengambil sikap tentang aturan cambuk, sehingga hal tersebut menurutnya perlu dibahas secara mendalam.

Wacana modifikasi aturan hukuman cambuk ini juga ditanggapi Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar A Djalil. Menurutnya, perubahan ini memungkinkan untuk dilakukan, tanpa mengubah qanun yang ada.

“Tahun ini rencana perubahan tersebut mulai dibahas,” kata Munawar kepada AJNN.

Dikatakan, sejauh ini pihaknya baru membahas wacana perubahan aturan cambuk tersebut satu kali. Ke depan, kata Munawar, akan membahasnya kembali termasuk dengan kepala Pemerintah Aceh.

“Akan membahas pada beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan hukuman cambuk di dalam penjara, menurutnya itu memungkinkan dilakukan. Hal ini, kata dia, juga menjadi pembahasan ke depan.

“Uqubat dalam penjara memungkinkan dilakukan, karena bisa saja nanti hanya disaksikan oleh orang-orang yang memiliki otoritas saja,” ungkap Munawar.

Untuk diketahui, dalam Pasal 4 Pergub Aceh nomor 10 tahun 2005 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Uqubat Cambuk menyebutkan, uqubat cambuk dilaksanakan di suatu tempat terbuka yang dapat disaksikan oleh orang banyak dengan dihadiri oleh jaksa dan dokter.

Dan pada Pasal 262 Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat, uqubat cambuk dilaksanakan di suatu tempat terbuka dan dapat dilihat oleh orang yang hadir. (AJNN.Net)

 

Komentar

Loading...