Terkait Isu Hukuman Cambuk, Irwandi Yusuf: Orang Islam Wajib Tabayyun

IMG_7328

TOSKOMI.COM || Banda Aceh (14/7) Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dalam dua hari terakhir terus mendapat perhatian dan kritikan dari banyak kalangan di Aceh terkait beredarnya isu dirinya yang mempunyai rencana memberlakukan hukuman cambuk tertutup. Irwandi mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk para ulama dan sejumlah organisasi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Irwandi Yusuf meminta kepada seluruh masyarakat Aceh terutama yang beragama islam, agar lebih mengutamakan tabayyun. Tabayyun adalah suatu tindakan cara-cara mencari kebenaran terkait suatu peristiwa menurut Islam. melalui pesan WhatsApp yang diterima Liputanaceh.com pada Jum’at 14 Juli 2017, Irwandi meminta masyarakat tidak langsung memvonis terkait isu beredar.

“Jangan baru mengetahui sedikit dan sepotong-sepotong langsung memvonis dan mengeluarkan dalil-dalil seolah orang lain bangsat tak pernah belajar agama. Carilah info dan inti isu yang lengkap. Orang Islam wajib tabayyun, apalagi para ulamanya,” kata Irwandi.

Dalam pesannya, suami Darwati A Gani ini menjelaskan maksud daripada modifikasi pelaksanaan hukuman cambuk. Menurutnya, modifikasi yang dimaksud adalah agar pelaksanaan hukuman cambuk tersebut tidak dilakukan di depan anak-anak, jangan sampai kata dia, pelaksanaan uqubat itu menjadi semacam hiburan tanpa makna.

“Bukan saya tidak mau mendengar nasehat, tapi pelajarilah dulu apa masalahnya dari sumbernya, jangan ambil info dari sumber wartawan yang selalu kontroversial.

Inti awalnya hanya masalah bagaimana caranya agar dalam pelaksanaan uqubat jangan didepan anak dibawah umur dan jangan dijadikan semacam panggung hiburan. Dan yang terpenting, bagaimana caranya menjaga agar tidak ada kamera yang menvideokan atau memotret pelaksanaan hukuman,” terangnya.

Beredarnya sejumlah video dan foto-foto pelaksanaan hukuman cambuk yang digelar selama ini, ternyata sangat ditakutkan oleh pendiri salah satu partai politik lokal itu terhadap tindakan yang diambil gerakan-gerakan anti Islam. Irwandi tampaknya sangat khawatir jika pelaksanaan cambuk di Aceh dijadikan sebagai senjata oleh kelompok anti Islam untuk menjelekkan agama Islam di seluruh dunia khususnya di Aceh.

“Foto dan video ini bisa dijadikan oleh para Islamophobia untuk gerakan-gerakan anti Islam dimana-mana. Ini kok saya lagi jadi sasaran ‘lemparan’,” keluhnya yang merasa terus disalahkan.

Irwandi berharap kepada semua pihak agar tidak terus melakukan upaya fitnah terhadap dirinya. “Sudah cukup dulu saya difitnah bikin gereja. Hanya sedikit ulama yang membela saya waktu itu, yang banyak justru ikut memfitnah saya bahkan dalam khutbah-khutbah Jum’at. Fitnah dibiarkan. Kali ini pun sepertinya begitu lagi,” tulisnya. (Hidayat)

Komentar

Loading...