Dipenghujung Masa Jabatan Pak Nas

33 Kendaraan Dinas Akan Dipindah Tangankan

mobil dinas pejabat teras aceh tengah

TOSKOMI.COM|| Takengon (11/7/2017) Di Penghujung masa jabatan Bupati Aceh Tengah, Ir. Nassarudin. MM atau yang akrap disapa Pak Nas, Pemerintah Kabupaten Aceh Akan pindah tangankan 33 Kendaraan Dinas.

Masa jabatan yang berakhir pada tanggal 27 Desember 2017 tersebut nampaknya dimanfaatkan oleh Rezim Nassarudin untuk menumpuk pundi-pundi harta mereka dengan maksud di dum untuk bisa dimanfaatkan oleh pribadi.

Kabit Aset Dinas Pengelolaan Kekayaan Aset Aceh Tengah membenarkan informasi akan diadakanya lelang tersebut, pihaknya menunggu hasil penilaian dari  KPKNL yang berada di Lhoksemawe, Ditemui di Ruang Kerjanya Hendri menyebutkan usulan tersebut sudah masuk diruang kerjanya.

Hendri menjelaskan 33 Kendaraan dinas tersebut terdiri atas Kendaraan Roda 4 maupun Roda 2. Yang diusulkan dari berbagai SKPK. Namun Hendri enggan menyebutkan SKPK mana yang telah mengusulkanya.

Sempat terhendus kabar bahwa kendaraan Dinas Bupati yanki Toyota Camry dengan nomor polisi BL 1 GN juga akan di dum, namun Hendri membantah hal tersebut.

“hal itu tidak diusulkan, lagi pula seorang Pejabat Negara hanya boleh lelang 10 Tahun sekali” Ujar Hendri.

Menurut cacatan Toskmi.com Pak Nas memang sudah “Men-Dum” Toyota Land Cruisser dalam priode yang lalu.

Dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 kata Hendri, Kendaraan yang boleh dilelang adalah kendaraan yang sudah dipakai selama 7 Tahun beda dengan aturan sebelumnya yang hanya 5 Tahun, untuk itu, Kendaraan yang boleh dilelang adalah kendaraan yang dikeluarkan Tahun 2010 kebawah.

Menurut Hendri setelah ditaksir oleh KPKNL yang berada di Lhoksemawe apabila secara prinsip menguntungkan Daerah, setelah itu akan kita laksanakan lelang terbuka.

Sebagaimana telah menjadi rahasia umum, Praktek lelang ini selalu dilakukan dengan tertutup. Artinya hanyalah akal-akalan pejabat semata. Sedangkan pemenangnya sudah jelas bisa ditentukan sebelumnya.

Tentunya masalah ini menambah deretan panjang masalah yang akan menjadi “PR” dari pemerintah Shafda yang akan datang.

Baca Juga: Bukti Pak Nas Gagal Menghalau Kemiskinan

Dalam Kesempatan yang berbeda, Koordinator GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang mengecam kebijakan tersebut. Menurut Aramiko, Pemerintah seharusnya tidak melakukan pelalangan terharap Aset tersebut.

Menurut hitungan Aramiko, Pemerintah Daerah Kabupataten Aceh Tengah lebih baik melakukan pemeliharaan terhadap 33 Aset yang akan dilelang tersebut.

“cost maintenance (biaya pemeliharaan – red) untuk mobil tersebut relative lebih murah dibandingkan untuk pembelian mobil baru yang tentunya akan membebani APBK tahun berikutnya”

Menurut Aramiko, Lelang yang akan dilakukan merupakan akal-akalan dari Pejabat untuk memakai mobil tersebut dengan harga yang cendrung miring sehingga akan merugikan daerah.

Menurut Aramiko, Pihaknya meyakini bahwa tidak ada lelang yang sehat dilakukan oleh pemerintah, karena pemenang tersebut jelas sudah diketahui sebelumnya. (Z.80/SD.16)

Komentar

Loading...