Tuntutan Sangat Subjektif

Tangkap Aktor Pengancam Mogok Kerja Paramedis RSU Muyang Kute

IMG-20170706-WA0000

Toskomi.com|| Redelong (6/7/2017) - Ancaman mogok kerja yang dilakukan oleh Karyawan Rumah Sakit Umum Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah kembali hangat.

Kali ini, tuntuan para karyawan tersebut dinilai sangat subjektif yakni menolak dr. Elissa Lisik Miko, MKM dikembalikan menjadi direktur Rumah Sakit berplat merah tersebut.

Hal ini seolah meyakinkan publik bahwa aksi mogok yang dilakukan sebelumnya ditenggarai kepentingan pribadi aktor penggerak aksi tersebut dengan melakukan kebongan publik bahwa RSU Muyang Kute kehabisan obat.

Apa yang dikakukan oleh Staff, dokter, perawat tersebut tentunya akan berimplikasi terhadap citra Rumah Sakit tersebut dimata masyarakat Bener Meriah. Sehingga berimplikasi terhadap berkurangnya animo terhadap rumah sakit yang telah mempekerjakan mereka.

Tidak hanya itu. Ancaman tersebut juga telah menampar keras muka Plt. Bupati Bener Meriah yang memiliki kewenangan dalam menentukan direktur RSU Muyang Kute.Seolah-olah, para dokter, perawat sampai dengan staff bisa mengintervensi kebijakan Plt. Bupati Bener Meriah yang tinggal menghitung hari itu.

Sikap tersebut juga menunjukan bahwa para dokter, perawat sampai dengan staff tersebut tidak profesional didalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Lantas, apakah tidak ada upaya untuk menyelidiki siapa aktor dibalik aksi tersebut? Dan apakah tidak ada upaya dari penegak hukum untuk hasutan tersebut?

Rakyat Bener Meriah tentunya harus mendapatkan kepastian tentang jaminan pelayanan publik tersebut. Rakyat Bener Meriah tetap harus mendapatkan pelayanan publik walau siapapun Direktur Muyang Kute.Para Dokter, perawat, sampai dengan staff seharusnya tidak ikut campur dalam menentukan kebijakan yang bukan kewenanganya. Untuk memastikan hak pasien tetap ada di Bener Meriah. (Z.80)

Komentar

Loading...