Pegawai SRJ Aniaya Pasien Hingga Babak Belur

IMG_6653

TOSKOMI.COM || BANDA ACEH (6/7) Oknum petugas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, diduga menganiaya pasien berinisial MM (32) pada Senin sekitar pukul 03.30 WIB malam dengan menggunakan alat pentungan hingga mengalami luka memar di sekujur tubuh korban.

MM yang merupakan warga Aceh Barat Daya diantar keluarganya pada Minggu 2 Juli 2017 sore sekira pukul 16.00 WIB ke RSJ Aceh.

“Kami mengantar dia masuk Rumah Sakit pada Minggu sore, pada Senin pagi, kami kembali menjenguk dia, saat itu dia sudah babak belur,” kata Rahmad yang dikutip media ini, Rabu (5/7).

Rahmad mengaku sangat menyesali perbuatan oknun petugas RSJ yang menganiaya salah satu anggota keluarganya. Rahmad meminta pihak RS bertanggung jawab penuh atas perbuatan oknum RS terhadap anggota keluarganya.

“Yang kami sesalkan, kenapa harus dipukul, kami bawa ke sini agar diobati, bukan dianiaya, kalau mukul kami juga bisa," ungkap Rahmad.

Menurut Rahmad, akibat pukulan itu, MM mengalami memar pada bagian paha, hingga saat ini, keluarga korban menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum, selama pihak RS menempati janjinya pada saat mediasi berlangsung.

“Tujuan kami adalah kesembuhan saudara kami ini, kami ingin dia segera pulih dan pulang, bukan ingin memperpanjang persoalan seperti ini,” ungkap salah seorang anggota keluarga korban lainnya.

Sementara Kepala Bagian Humas RSJ Aceh, Azizurrahman, SKM MM
yang dikonfirmasi wartawan pada Rabu (5/7) mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya mediasi dengan keluarga korban melalui beberapa poin perjanjian yang telah disepakati bersama.

“Benar telah terjadi insiden pemukulan, namun belum pasti siapa pelakunya, nanti kami selidiki, dan jika terbukti bersalah akan kami tindak sesuai aturan,” katanya.

Menurut dia, sebelumnya saat pertama masuk ke RSJ Aceh pada Minggu malam, pasien terlihat sangat tenang dan sempat diberi suntikan hingga tertidur lelap. Sekitar pukul 03.00 WIB pada Senin, MM pun terjaga, kemudian diketahui sempat terjadi keributan antara MM dengan pasien lainnya, hingga akhirnya dilerai petugas.

"Awal masuk baik-baik saja, namun tengah malam dia terbangun, dan sempat ribut dengan pasien lain, nah kira -kira sekitar waktu itulah kejadiannya,” terang Aziz.

Aziz mengaku belum mengetahui pastinya insiden tersebut, dia juga belum dapat memastikan pelakunya. Namun pihaknya berjanji akan menyelidiki dan menindak tegas bila ada petugas RSJ Aceh yang terlibat.

“Nanti kita akan panggil semua petugas saat itu, kita juga akan selidiki, jika ada yang terlibat penganiayaan itu akan kami tindak,” terang Aziz.

Hingga saat ini, korban terlihat mengalami trauma dan ditempatkan di ruang isolasi Serune RSJ Aceh. Dari balik pintu ruangan berjeruji besi itu, MM terus menerus memohon agar dirinya segera dibawa pulang. ( serambitoday.com )

Komentar

Loading...