PETANI GAYO LUES BUTUH PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN

Distan Jangan Tidur..!

tsk
Toskomi.com | GAYO LUES 04/05/2017. Peningkatan  sektor pertanian di pedesaan di kabupaten, sulit berkembang. Salah satu penyebabnya,karena minimnya para petani mendapat bimbingan teknis dan praktis dari tenaga penyuluh yang handal dan profesional.
Hal ini pun semakin terasa ketika diberlakukannya otonomi daerah, kini lembaga penyuluhan bukan lagi tanggung jawab Kementrian Pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian diserahkan pada tiap daerah povinsi dan kabupaten.
Kini pemerintah kurang mendorong peran penting petugas penyuluhan sehingga para petani banyak keluhkan ketika ada berbagai macam permasalahan dalam bidangnya, sehingga petani sangat sulit untuk mencari solusinya. Lembaga penyuluh kini dibiarkan saja terlantar tanpa pendanaan dan SDM memadai. Bahkan, sektor penyuluh sebagai penunjang pertanian seringkali dianggap tidak penting. Kata wandi (petani kec. Panutan cuaca)
Karena Mungkin beralasan bahwa lembaga penyuluhan itu tidak berkontribusi langsung pada dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian di kabupaten gayo lues Kenyataannya, wandi, petani membutuhkan jasa penyuluh. Sayangnya, jasa penyuluh kini dimonopoli pemerintah. Karena, menurut dia, jasa itu hanya bisa disediakan oleh pemerintah setempat. Mungkin ada dalang pemainnya "Reformasi penyuluh pertanian, penyuluh dijadikan jasa konsultasi agribisnis yang disubsidi pemerintah," usulnya kata wandi mengatakan, pemerintah jangan diam saja.! Hal ini seharusnya menjadi perhatian yang penting bagi pemerintah, karna ini menyangkut kesejahteraan masyarakat gayo lues yang hampir 95% merupakan petani. konsultasi agribisnis sebaiknya diubah menjadi pelayan jasa profesional berbayar. Pembayaran itu dibuat yang memungkinkan seluruhnya dibayar oleh pemda setempat.Kelebihannya, bila penyuluh tidak memberikan sibsidi, mereka akan tetap tersedia di pedesaan. "Di buat layanan jasa profesional, jadi seperti akuntan publik atau dokter," ujar dia.
Kebutuhan akan tenaga penyuluh itu dinyatakan juga oleh Kepala Desa cane baru. Kelompok sara ate, pantan cuaca  itu saat ini ada beberapa masyarakat yang sedang mengembangkan pertanian organik. Hanya saja, pengolahan tani dengan cara organik menemui banyak kendala di desanya.
"Mengubah pola pikir petani untuk bertani organik itu sulit sekali," ujar Miftah, Sekretaris Kelompok Tani sara ate.Para petani, menurutnya, masih lebih senang dengan teknologi yang serba instan. Sedang untuk mem buat pupuk organik seperti kompos, jelas butuh waktu lama."Kebanyakan petani masih malas, walau keuntungan lebih banyak sebenarnya dengan bertani organik," katanya. Karena itu, dia menganggap, jika pemahaman kepada petani lebih baik, maka pertanian organik akan lebih terdorong.
Mereka juga berharap pemerintah gayo lues agar segera memperhatikan para petani dalam menjalankan aktivitas pertaniannya demi terwujudnya masyarakat yang madani dan sejahtera, dan mereka juga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan berupa fisik saja karena akan sangat terabaikan apabila tanpa adanya sumber daya manusia yang membatu dalam tahapan pertanian.(A2)

Komentar

Loading...