Pemungutan Suara Ulang Tinggal Menunggu Hari

Pilkada Gayo Lues Wajib Tanpa Money Politik Sebagai Cikal Bakal Pemerintah Yang Bersih

IMG_3808

TOSKOMI.COM || Gayo Lues (30/4) Fenomena politik uang atau yang sering disebut (Money politic) dalam setiap pesta demokrasi di negeri ini memperkuat anggapan bahwa adanya kegiatan politik yang tidak Sehat yang pada akhirnya menghasilkan pemimpin yang hadir dari modal uang. Atas dasar tersebut menjadi sebuah faktor utama bahwa politik yang ada tak lain adalah sebagai sarana transaksi bisnis.

Dengan berbagai macam cara dilakukan sehingga adanya pergeseran dalam percaturan politik yang terkadang menjadikan seorang politisi yang kotor yang menjadi semacam profesi sales yang mempromosikan suatu barang yang akan ia jual.

Tak jauh dari itu seorang politisi juga yang menawarkan dirinya dan partainya, melalui sarana publik yang berupa baliho dan sejenisnya,terkadang pula politisi yang muncul adalah politisi yang hanya mewakili kepentingan golongan bukan orang-orang yang memahami persoalan, lalu menawarkan solusi lewat program-program yang seolah-olah mewakili aspirasi publik yang baik.

Politik uang kadang tampil hebat seolah sangat santun, hanya untuk menggaet masa yang seolah lugu dan menganggap itu sebagai sebuah moral. Tapi, seharusnya bertanya dan apakah santun itu bukan bagian dari tampilan untuk memasarkan produk politiknya yang setelah terpilih lebih mementingkan kembalinya modal serta perlu juga mendapatkan keuntung untuk golongannya.

Maka dengan gaya politik seperti ini jangan harapkan terjadi perubahan. Tidaklah mengherankan apabila muncul anggapan negatif terhadap politik, karena politisi dan partai politik gagal mewujudkan harapan-harapan rakyat. Aristoteles juga berpendapat bahwa, "politik memang termaknai sebagai seni untuk meraih kekuasan".

Cara berfikir masyarakat minim terhadap sistem politik yang ada, sehingga selalu berorientasi pada finansial tanpa memikirkan anak cucu di massa ia telah tiada kelak.

Kemudian munculnya para pemimpin yang tidak amanah, munculah pemimpin kurang bijak sana, munculnya pemimpin yang mementingkan golongannya sehingga pemerintahan dikuasai sebagai ladang bisnis untuk dia dan keluargannya tanpa mementingkan kepentingan rakyatnya.

Atas hal tersebut makna kekuasaan selalu melekat pada diri politik itu sendiri adalah sebatas posisi atau jabatan dalam pemerintahan, politik harus menjadi seni yang bebas membebaskan tak lain untuk mencapai kebaikan bersama.Sebuah seni yang mampu membawa tiap-tiap warga ke arah hidup yang lebih baik dan bijaksana seperti umumnya,pada kebebasan politk,kebebasan politik pun harus menjadi hak bagi masing-masing warga negara, tak boleh ada pengekangan apalagi pengarahan.

Penulis : Asrul Amin Mahasiswa STAIN Gajah Putih Takengon Segaligus Aktivis GMNI Aceh Tengah

Komentar

Loading...