RUU Pemilu dan Politik Dagang Sapi

images (7)

TOSKOMI.COM|| Jakarta (25/4). Saat ini DPR-RI sedang disibukan oleh pembahasan RUU Pemilu. Beberapa persoalan muncul, salah satunya penzinaan terhadap Bakal Calon Anggota DPD.
Dalam konsep bersama Panja DPR dan Pemerintah tersebut diatur mekanisme baru untuk proses rekrutmen calon anggota DPD RI. Pasal I ayat I dijelaskan bahwa sebelum penetapan bakal calon anggota DPD RI oleh KPU, dilakukan seleksi awal oleh pantia seleksi tingkat Provinsi. Kemudian di ayat 3 dinyatakan panitia seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat I membantu gubernur dalam menjaring bakal calon anggota DPD RI yang akan diajukan kepada DPR Provinsi untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Pasal 2 ayat I menjelaskan lebih lanjut bahwa panitia seleksi sebagaimana dimaksud dalam pasal I berjumlah lima orang anggota yang terdiri dari unsur, dua orang diusulkan oleh Pemerintah Daerah dan tiga orang tokoh masyarakat.

Hadirnya Pansel penjaringan tersebut terlihat sangat janggal mengingat DPD RI adalah utusan non partai yang bertarung di dalam Parlemen kedua secara nasional.

Anggota Pansel direncanakan diusulakan oleh Gubernur sehingga terbuka kesempatan untuk Gubernur bisa mengotak-atik siapa saja yang akan menjadi Calon DPD dari Wilayahnya.

Disisi lain, Mayoritas Gubernur di Indonesia adalah kader partai. Sehingga, sulit merasionalisasikan Gubernur untuk menginterpensi serta memprioritaskan Kader Partai atau klan/kroninya kedalam Calon DPD. Hal yang sama terjadi saat berkas calon DPD sampai ke DPRD, bakal banyak titipan yang akan muncul sehingga politik Dagang Sapi tidak mungkin terelakkan lagi.

Secara teknis, pemilihan DPRD Provinsi akan serentak dengan pemilihan DPD sehingga sangat riskan apabila calon DPD berasal dari Kader Partai sehingga dalam kampanye politik nantinya anggota DPD juga akan mengambil panggung Parpol. Hal itu yang sudah menjadi rahasia umum.

Keberadaan DPD dari Parpol juga akan mengeleminasi utusan dari daerah sehingga selamanya DPD hanya sebagai pelengkap penderitaan di senayan. (Z80)

Komentar

Loading...