“REJE KAMPUNG SEGENE DIDUGA MELAKUKAN PENYEROBOTAN TANAH”

IMG-20170421-WA0011

TOSKOMI. COM (21/4) Tidak adanya penerapan UU No 14 Tahun 2008 tentang transparansi publik di sistem pemerintahan kampung, menyebabkan terjadinya konflik antar warga dan pihak aparat kampung.

Aparat kampung Segene Balik Kecamatan kute Panang Aceh tengah melakukan tindakan yang melawan hukum dengan kasus penyerobotan tanah.

Tindakan yang dilakukan oleh pihak Aparat Kampung Segene Balik tersebut sangat jelas melawan hukum.

Anto merupakan salah satu pemilik tanah tersebut mengatakan "Pihak keluarga kami tidak pernah menerima informasi maupun memberi izin atas pembuatan jalan tersebut dan akan menggugat pelaku penyerobotan tanah tersebut dengan Pasal 385 ayat 1-6 KUHP dan UU Transparansi Publik" Ungkap Anto.

Menurut pantauan dilapangan,Pembukaan jalan tersebut tidak di peruntukan untuk jalan masyarakat banyak akan tetapi sebagai jalan pertanian.
Kembali Anto mengatakan" Saya Berharap pihak-pihak terkait untuk dapat menangani kasus yang di lakukan oleh Aparat kampung tersebut.Saya pikir disini ada permainan antar Aparat Kampung untuk memanfaatkan ADK untuk keperluan pribadi ".Jelasnya.

Saat ditanyai ukuran tanah yang diserobot,Anto menegaskan bahwa " Tanah saya yang terkena pemukaan jalan tersebut berukuran 8x72m "Jelas Anto.(A1)

Komentar

Loading...