Aceh Tengah Darurat Predator Anak

unnamed (1)

TOSKOMI.COM|| Takengon (2/4). AM (inisial) menambah daftar tersangka Predator Anak di Kabupaten Aceh Tengah. AM yang kini harus berurusan dengan aparat kepolisian Polres Aceh Tengah.

Korban dari AM adalah anak tirinya yang seharusnya dilindungi dan diayomi bukan sebagai tumpuan hasrat birahi iblis yang menyelimuti dirinya. Sedang korbanya seharusnya dikasihi dan disayangi sebagaimana anak seusianya bukan malah diekspoitasi memuaskan hasrat birahi ayah tirinya selama bertahun-tahun.

Dari beberapa sumber Toskomi.com mengatakan bahwa AM ternyata telah melakukan hal yang serupa kepada korbanya selama bertahun-tahun.

Sebelumnya CB (inisial) uknum ustadz disalah satu Pensanteren di Kabupaten Aceh Tengah dengan kasus serupa. Tak tanggung CB melahap 7 (tujuh) korban sekaligus yang juga merupakan santrinya. Ternyata kopiah dan surban tidak menjamin seseorang berprilaku terpuji.

Perkembangan terakhir kasus CB kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Takengon.

Bayangkan kemana lagi anak-anak Aceh Tengah harus bersandar, bahkan Pesanteren tidak menjamin anak tidak dilecehkan.

Dari kasus CB dan AM merupakan deretan kasus yang terjadi di Aceh Tengah yang sempat disorot Media. Tentunya masih banyak deretan kasus-kasus lainya yang belum terindentifikasi. Tidaklah tedensius ungkapan judul diatas untuk menggambarkan kondisi Aceh Tengah saat ini.

Semua orang dituntut peka terhadap kasus ini, usia belia anak penerus bangsa ini tidak boleh ternoda dari kekejaman syahwat birahi.

Bupati dan DPRK sudah saatnya mengabdi untuk negeri ini. Lahirnya sebuah regulasi dan/atau kebijakan untuk mengatasi masalah ini ditunggu rakyat. Bukan saatnya melobi sana dan sini guna mendapat kekuasaan duniawi.

Aparat penegak hukum dan lembaga Peradilan sebagai tumpuan rakyat mencari keadilan harus bekerja memakai hati nurani. Hukum seberat-beratnya para Predator Anak agar lembaga kalian bermartabat dihadapan rakyat Gayo.

Komentar

Loading...