Peluang Pasar Kopi Gayo Di Australia

13045596_894077384048258_1246933579_n-500x330

TOSKOMI.COM || Melbourne International Coffee Expo ( MICE ), yang diselenggarakan setiap tahun biasanya bulan Maret, karena cuacanya mungkin lumayan untuk pengunjung dari berbagai negara, dilaksankan sejak tanggal 30-31 Maret, sampai 1 April 2017, bertempat di Melbourne Showgrounds.

Hadir perwakilan petani dan eksportir kopi dari Sumatera yaitu Rizkani ketua Koperasi Kopi Wanita Gayo, Armia Ketua AEKI Aceh juga sebagai Ketua Koperasi Permata Gayo dan DR. Puspitawati Ratmono, dosen Fakultas MIPA Universitas Negeri Medan yang merupakan salah seorang peneliti kopi Fairtrade dan Djumhur Manager Program Koperasi Sumatera Permata Gayo.

Tujuan utama kunjungan ini adalah bertemu dengan Pembeli, roaster dan pelaku industry kopi yang lain khususnya di Australia. Rombongan ini di temani oleh Importer kopi Sumatera Coffee House (SCH) yang berdomisili di Sidney.

Menariknya dari kunjungan ini adalah karena pasar kopi Indonesia ke Australia agak sulit sehingga hal ini menjadi tantangan bagi kami sebut Rizkani yang biasa dipanggil “Eni” oleh pembeli. Kami sudah menunggu 2 tahun untuk datang kemari dan alhamdullillah berkat dukungan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sidney Australia dan Fair Trade Australia New Zealand mempromosikan kami sebagai Women Coffee from Sumatera, sehingga Alhamdulillah dalam perjalanan dan visa juga tidak mengalami hambatan, sebutnya.
Kami dating lebih awal 2 hari akan melakukan kunjungan ke berbagai pembeli dan roaster di Melbourne.

Hari pertama siang tanggal 28 bersama Teguh, staf SCH menemani rombongan bertemu dengan direktur Gigante Coffee Roaster, Paul, roaster imigran Italia ini menggunakan kopi dari KKWG, dengan istilah Sumatera Femina. Pada diskusi kami lebih banyak bercerita tentang manfaat premium Fairtrade bagi Petani Kopi ungkap, Djumhur.

Rizkani “Eni” menambahkan, Kokowagayo yang sudah berjalan 3 tahun sudah menyalurkan premium fairtrade kepada anggota, tambah Eni, seperti program peningkatan produksi yaitu pelatihan dan pembelian gunting pangkas serta gergaji, pembuatan kompos, pembelian mesin babat, pembagian bibit kopi vaietas G1, untuk peningkatan mutu seperti pelatihan cupping, peningkatan sarana prosesing kopi di Desa, selain itu ada program social seperti sembako setiap hari-hari besar, pemeriksaan kesehatan bagi ibu-ibu petani. (*)

Komentar

Loading...