Masyarakat Kebayakan Bantah Minta Uang Tebusan 15 Juta Terkait Kasus Mesum

instagrid_2017324112040535

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (27/3) Secara terpisah toskomi.com berhasil melacak dan mewawancarai AB (inisial) dan MI (Inisial) yang merupakan kelompok yang menangkap dan menyerahkan AM dan Anak Tirinya ke Satpol PP/WH.

AB dan MI yang ditemui di salah satu objek wisata di Danau Lut Tawar (25/3) menjelaskan tidak pernah meminta uang sebesar 15 Juta tersebut kepada Tersangka dengan dalih "uang pembersih kampung".

"itu semua bohong, kalau masalah tersebut diselesaikan lewat pradilan adat, mana mungkin kami bawa mereka (AM dan Anak tirinya-red) ke Kantor WH kalau kami minta uang pasti masalahnya tidak sampai ke WH". Ujar mereka geram.

Peryataan AM dan MI tersebut jelas membuat asumsi "dugaan pungli" muncul kembali.

Menurut Asra Arisahpitra Sebagai Ketua GMNI Aceh Tengah, oknum pejabat Satpol PP/WH tersebut berpotensi dijerat dengan dugaan tindak pidana percobaan pungutan liar "pungli".

Menurut Asra, Pasal 53 KUHP mengatur tantang Tidak Pidana Percobaa.n (Poging) dengan ancaman hukuman 1/3 (sepertiga-red) dari pidana pokok.

"oknum tersebut telah nyata berniat melakukan pungli, melakukan pungli dengan merekayasa uang bersih kampung masyarakat Mendale dan menyampaikanya kepada Keluarga Tersangka, namun perbuatan tersebut tidak selesai dilakukan" Jelas Asra.

Asra menambahkan sedangkan Pidana Pokok yang dilanggar adalah Pasal yang mengatur tentang pemungutan liar "Pungli" yakni Pasal 423 KUHP dengan ancaman maksimal 6 Tahun Penjara. (Z80)

Komentar

Loading...