Dituding Lakukan Dugaan Pungli

Ini Hak Jawab Satpol PP/WH

IMG_20170324_154030

TOSKOMI.COM|| Takengon (24/3). Anwar, Kabid Penegakan Perundang-Undangan dan Syari'at Islam Satpol PP/WH Kab. Aceh Tengah menyampaikan hak jawab Toskomi.com terkait pemberitaan sebelumnya. Hal ini disampaikan Anwar dalam pertemuan yang dimediasi oleh Syirajudin (anggota DPRK) di kediamanya di Kampung Lot Kala Kecamatan Kebayakan.

Baca Juga : Kasus Salah Paham, Oknum WH Ngotot Minta Tebusan 15 Juta

Anwar yang didampingi Sahrial Afri sebagai Kadis Satpol PP/WH Kab. Aceh Tengah menjelaskan kejadian tersebut bermula saat sekelompok pemuda yang berasal dari 3 Kampung di Kecamatan kebayakan melaporkan Dugaan Khalwat yang dilakukan AM (inisial) dan anak tirinya ke Kantor Satpol PP/WH.

Setelah laporan tersebut, AM dan anak tirinya diamankan di Kantor tersebut diamankan beserta alat bukti berupa remakan video.

Anwar menjelaskan dalam proses BAP, AM secara prinsipnya tidak mengakui perbuatan yang telah disangkakan kepadanya. Namun anak tiri AM yang masih berseratus Pelajar di salah satu SMA di seputaran Kota Takengon mengakui bahwa AM telah melakukan pelecehan seksual berkali-kali sejak tahun 2016 lalu dan ternyata anak tiri AM lahir di Tahun 1999.

Kakak dari Korban pernah datang ke Kantor Satpol PP/WH meminta proses terhadap kasus ini tetap dilanjutkan.

Hal yang serupa juga dilakukan oleh R (inisial) didampingi oleh Reje Kampung Arul Kumer, R meminta agar proses ini diselesaikan secara Adat. Atas permintaan R, Anwar mengkonfirmasi kepada pihak pelapor guna meminta keterangan terkait dengan "uang pembersih kampung".

"Uang pembersih kampung" menurut Anwar dibenarkan oleh Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008. "jenis hukuman dari Qanun 9 Tahun 2008 ada 18 perkara yang dapat diselesaikan lewat Pradilan Adat, jenis hukumanya dikenal dengan uang pembersih kampung". Ujar Anwar.

Pelapor setelah dikonfirmasi menyebutkan uang pembersih kampung tersebut sebesar 15 Juta Rupiah. Atas dasar tersebut menurut Anwar menjadi pegangan untuk mengkonfirmasi kepada R dan tersangka. R dan tersangka setelah bermusyawarah menyimpulkan tidak mampu membayar uang sebesar tersebut.

Namun ketika ditanya apakah uang pembersih kampung tersebut berdasarkan peradilan adat kampung ataukah hanya pihak pelapor, Anwar mencoba menghadirkan Reje Kampung Mendale namun Anwar tidak bisa menghadirkan karena alasan Reje Mendale berada di Toweren sedangkan Sekertaris Kampung berada di Kota.

Anwar membantah dirinya dan Satpol PP/WH telah melakukan pungutan liar (pungli) dan menjelaskan kedudukanya hanya sebagai penengah pada saat itu.

"tidak sepeserpun saya makan uang dari kasus tersebut terbukti kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke Polres Aceh Tengah melalui Kasat Perlindungan anak dan Perempuan" tuturnya.

Kini kasus AM sepenuhnya menjadi kewenangan Polres Aceh Tengah karena kasus sudah dilimpahkan. Cetus Anwar Kabid Penindakan dan Pelanggaran Satpol PP dan WH.

Disamping itu Anwar berharap agar lewat Hak Jawab ini, nama baiknya dipulihkan dari pemberitaan miring terhadap dirinya dan jabatan yang ia emban. (tim)

Komentar

Loading...