Pocong Tuntut Ibnu Hasyim Bupati Gayo Lues Di Penjarakan

IMG-20170323-WA0005

TOSKOMI.COM || BANDA ACEH  (23/3) Sejumlah Mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam gerakan pemuda raya (Gapura) melakukan aksi unjukrasa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (23/3). Mereka meminta agar jaksa mengadili pejabat yang terlibat kasus korusi APBD Aceh Tenggara 2004-2006 melalui dana bantuan sosial (Bansos).

Pejabat yang dimaksud itu adalah Ibnu Hasyim mantan Kabag Keuangan Pemkab Aceh Tenggara dan saat ini menjabat sebagai Bupati Gayo Lues.

Koordinator aksi Ramadhan WR, dalam orasinya mempertanyakan kasus tersebut yang saat ini kasusnya belum tuntas.

"Padahal mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky sudah divonis pengadilan, kenapa yang lainnya tidak di adili," katanya.

Sementara Ibnu Hasim yang waktu itu itu menjabat kepala bagian keuangan Pemkab Agara terindikasi telah menerima uang Rp 1,3 milliar lebih. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan telah dikembalikan kepada KPK.

"Ini artinya ada tindakan pidana korupsi yang dilakukannya," katanya.

Aksi tersebut mendapat tanggapan dari pihak Kejati Aceh. Dalam pertemuan dengan mahasiswa dan pemuda tersebut, kejaksaan akan menindaklanjuti tuntutan dari massa.

"Kasus itu memang sedang kita tanggani, tapi kita masih ada kekurangan alat bukti sehingga tidak dilakukan penahanan atau ditetapkan tersangka," kata kasipenkum dan humas Kejati Aceh Amir Hamzah.

Pihak kejaksaan berjanji akan menyelesaikan kasus ini sampai menemukan alat bukti lainnya dalam dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ibnu Hasim.

"Tim penyidik sedang bekerja dalam hukum tidak bisa kita tetapkan tersangka tanpa adanya alat bukti yang kuat," jelas Amir Hamzah. (Sumber: Ajnn.net)

Komentar

Loading...