Motif Penembakan Di Aceh Timur Akibat Kandidat Paslon Pilkada Kalah

IMG-20170321-WA0006

TOSKOMI.COM|| Aceh Timur (21/3). Pihak kepolisian berhasil mengungkap motif penembakan terhadap Juman (51) di Aceh pada awal Maret lalu. Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial AR (31) yang merupakan panglima KPA (Komite Peralihan Aceh) Sagoe peunaron yang juga timses Partai Aceh pada Pilbup Aceh Timur 2017 di desa kabu aceh timur pada minggu (19/3) kemarin.

Menyusul ditempat terpisah MJ kemudian ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 02.00 WIB di desa Paya Tenggar, Aceh Tamiang.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli menjelaskan kepada media ini, "Pelaku diduga kecewa karena kandidat nya kalah di kecamatan peunaron tempat korban juman dan misno tinggal. Dimana Korban diketahui merupakan timses dari salah satu pasangan calon yang ikut sebagai kontetan pilakda di sana, yang merupakan timses calon bupati Aceh Timur,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli (20/3/2017).

Masih menurutnya, Saat ini, petugas kita dari Densus 88 bersama Polda Aceh masih melakukan pengejaran,” ujar Boy.

Terungkapnya pelaku penembakan terhadap dua korban, adalah Timses calon bupati dari Partai Aceh, kini menuai kecaman keras dari aktivis kepemudaan Yunan Nasution, hal ini disampaikan Yunan, dia menegaskan “jika benar pelaku adalah panglima KPA sagoe Peunaron dan merupakan Timses dari calon bupati Aceh Timur dari Partai Aceh maka sudah sepantasnya kapolres aceh timur memberikan keadilan dengan menangkap calon bupati nya dan pimpinan organisasi Komite Peralihan Aceh.

Lanjutnya, seperti dikabarkan ketika menjelang pleno KIP. Aceh Timur kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto menegaskan jika ada demo maka ridwan abu bakar/ Nektu akan saya tahan, kali ini bukan hanya sekedar demo tapi tindakan BAR-BAR (brutal)tanpa prikemanusiaan yang mereka lakukan. “Ujar Yunan

Menyangkut Komite Peralihan Aceh (KPA) Adalah organisasi yang terstruktur mereka memiliki Pemimpin yang harus mempertanggung jawabkan perbuatan anggota nya, jelas ini hal yang tak dapat terpisahkan karna kejadian penembakan masih dalam tahapan pilkada apa lagi Roki dan linud pernah menjamin anggota mereka tidak akan melakukan kejahatan lagi ketika menandatangani surat jaminan di Mapolres aceh timur pasca kejadian bentrok atar tim roki dan nektu. Pada penjelasan Aktivis Kepemudaan, Yunan, “Tangkap pemimpin nya atau bubarkan organisasi nya” Tutupnya.

(sumber: sidaknews.com)

Komentar

Loading...