Mahasiswa Tuntut Pemerintah Pusat Hargai UUPA

IMG_2087

TOSKOMI.COM || LHOKSEUMAWE (20/3) Puluhan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Pengawal UUPA (GEMPA) berunjuk rasa. Mereka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara serta Pemerintah Pusat tidak mengabaikan Undang-Undang Pemerintah Aceh.

Demonstrasi digelar di depan Tugu Rencong dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki ke gedung DPRK Lhokseumawe dan DPRK Aceh Utara.

Koordinator aksi, Haris, mengatakan Aceh memiliki aturan khusus dalam menyelesaikan persoalan Pilkada Aceh. Salah satunya penyelesaian sengketa Pilkada yaitu dengan menggunakan UUPA. “Di dalam UUPA, tidak ada ambang batas persentase syarat pengajuan permohonan ke Mahkamah Konstitusi," kata Haris, Senin (20/3).

Haris menambahkan, pihaknya meminta Pemerintah Pusat untuk menghormati UPPA. Dia juga meminta MK bersikap arif dalam menyelesaikan perselisihan persengketaan Pilkada Aceh.

Begitu juga dengan seluruh turunan UUPA, para mahasiswa meminta agar Pemerintah Pusat segera menuntaskan persoalan tersebut di Aceh untuk menghormati dan terus menjaga perdamaian. Konstitusi, kata dia, mengakui keberadaan undang-undang bersifat khusus, sebagaimana tertuang dalam pasal 18 B UUD 1945.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Lhokseumawe, Suryadi, mengatakan tuntutan dan aspirasi mahasiswa sama aspirasi dewan saat ini. 50 persen anggota DPRK Lhokseumawe, kata dia, berada di Jakarta dengan tujuan memperjuangkan penyelesaian Aceh dengan UUPA. (Sumber : AJNN)

Komentar

Loading...