Oleh Budiman SH

Temberang HGU dan Kesejahteraan Rakyat

IMG-20170314-WA0001

Hak Guna Usaha (HGU) merupakan hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu yang tertentu guna perusahaan pertanian, perikanan atau perternakan. Hak Guna Usaha diberikan dalam waktu paling lama 25 tahun, dan untuk perusahaan tertentu yang memerlukan waktu lebih lama diberi waktu paling lama 35 tahun, dan dapat diperpanjang 25 tahun.

Seperti yang kita ketahui dalam pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Pokok Agraria bahwa "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran Rakyat", dari pasal tersebut dan apabila dikaitkan dengan kondisi sekarang ini HGU tidak efektif lagi untuk dilaksanakan, karena hanya menguntungkan kaum kapitalis dan elite-elite yang tidak ada dampak positifnya untuk kesejahteraan rakyat.

Jika kita berbicara pasal 33 atau saya pribadi lebih suka menyebut pasal kesejahteraan, maka kita akan berbicara ekonomi kerakyatan secara umum. Ekonomi kerakyatan sendiri memiliki makna sebagai sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan  kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi.

HGU di Aceh Tengah diperkirakan sekitar 60.000 hektar, sejauh ini apabila kita melihat secara umum apakah rakyat Aceh Tengah sudah mendapatkan keuntungan dari HGU tersebut? Jawabannya pasti tidak, tidak perlu kita membahas terlalu jauh dari segi luasnya jumlah HGU tersebut, apabila mengambil dari pajaknya saja sudah bisa dikelola oleh pemerintah untuk mensejahterakan rakyat di sekitaran wilayah HGU tersebut.

Melihat kondisi saat ini sudah sepatutnya HGU yang tidak memihak kepada rakyat untuk dicabut saja izinnya dan kedepannya pemerintah juga tidak memberikan izin lagi kepada pemilik-pemilik modal.

Sudah saatnya pemerintah mensejahterakan rakyat Aceh Tengah secara nyata dan pasti yaitu dengan memberikan secara langsung pengelolaan tanah kepada rakyat supaya tidak ada lagi rakyat yang selalu mengeluhkan kurangnya kesejahteraan dan menyalahkan pemerintah karena tidak ada perhatian terhadap mereka.

Pengalaman kita selama ini memperlihatkan dengan jelas bahwa mereka yang ada di lapis bawah tidak mungkin dapat secara langsung mempergunakan ruang kesempatan untuk : (1) memberikan perlindungan; dan (2) memperkuat atau meningkatkan kualitas kehidupan mereka.

Kondisi di dalam masyarakat saat ini terlalu takut membuka lahan atau mengelola lahan dengan tujuan untuk pertanian dan perkebunan karena ketakutan yang sangat mendasar yaitu adanya intervensi dari pihak elite. Pemerintah saat ini juga kurang tegas dan terlalu terbuka dengan para kapitalis yang bisa memberi lebih dengan mengorbankan rakyat demi kepentingan sendiri.

Pemerintah harus menyiapkan langkah-langkah untuk mencapai kesejahteraan rakyat dibidang ekonomi yang sesungguhnya, dengan cara menyiapkan lapangan pekerjaan sesuai bidang keilmuan atau menyiapkan lahan yang bisa dikelola langsung oleh rakyat itu sendiri.

Pembahasan diatas sudah jelas bahwa kalangan menengah kebawah sangat susah untuk mendapatkan kesejahteraan terutama dibidang ekonomi, sekarang hanya tinggal menunggu dari kalangan penyelenggara negeri ini untuk membantu menyiapkan bagaimana caranya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.(14/3)

*Aktivis Gayo Merdeka

Komentar

Loading...