Diduga Polsek dan Aparat Kampung 86 Kasus Mesum Reje Kampung, Dinas Syari’at Islam BM…?

IMG-20170312-WA0000

TOSKOMI.COM || Bener Meriah (12/3) Warga Ulu Naron Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah mempertanyakan tindak lanjut penyelesaian kasus Mesum yang diduga dilakukan oleh Reje Ulu Naron.

Kejadiannya terjadi sekitar tanggal 29 Januari 2017, terjadi penangkapan pelaku mesum oleh masyarakat Ulu Naron, Pelaku mesum yang ditangkap oleh masyarakat adalah Reje Kampung Ulu Naron.

Penangkapan dilakukan pada malam hari sekitar jam 23.00 WIB di rumah "selingkuhan" sang Reje. Warga langsung menggerebek rumah "selingkuhan" Reje tersebut. Warga yang ikut menggerebek memastikan pelaku yang ditangkap adalah Reje Kampung Ulu Naron.

"Pada malam itu langsung dilaporkan ke pihak Polsek Pintu Rime Gayo untuk diproses dan diamankan dan anehnya ada upaya mediasi antara Masyarakat dan pelaku mesum, mediasi sendiri pernah dilakukan di Polsek Pintu Rime Gayo, sejak kapan kasus mesum dapat dilakukan mediasi" Tanya Warga.

"Namun mediasi tidak kunjung menemui titik temu, karena masyarakat beranggapan kasus mesum ini adalah pelanggaran syariat Islam dan harus diproses dengan ketentuan Syariat Islam yang ada, bukan malah dilakukan mediasi" ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Diduga kasus mesum Reje Ulu Naron sengaja diendapkan, menurut warga ada oknum aparatur desa dan oknum pejabat lainnya yang pasang badan, Polsek juga dianggap tidak profesional dalam menangani perkara mesum ini.

"Dinas Syariat Islam Kabupaten Bener Meriah jangan menutup mata, jangan karena yang tertangkap mesum adalah oknum Reje kemudian Dinas Syariat Islam dan aparat Wilayatul Hisbah (WH) menutup mata, kasus ini sudah 2 bulan berlalu tetapi sampai detik ini tidak ada kejelasan" Ungkap Warga Ulu Naron. (W87)

Komentar

Loading...